Membaca dengan Aroma Rangsangan Cinta

Mengapa pecinta buku terbiasa aroma khas dengan adegan-adengan yang terus-menerus merangsang pikiran hati dan jiwa sehingga berpadu.

Selasa, 18 Mei 2021 | 20:30 WIB
0
85
Membaca dengan Aroma  Rangsangan Cinta
Pixabay

Imput dan output terbaik adalah dengan banyak membaca akan memperkaya kehidupan dan wawasan.

Saya mulai tekuni dunia pendidikan dengan belajar Menulis dengan hal-hal sederhana, menulis merupakan skill yang dapat memberikan berbagai macam manfaat.

Menulis merupakan seni untuk menumbuhkan jiwa dan mendapatkan ide-ide cemerlang, menenangkan jiwa, mengisi relung hati yang kosong, dan dapat memberikan sumbangsih bagi pembaca.

Era digital kini, merupakan era 4.0 dimana semua orang diharuskan untuk menulis dengan caranya sendiri. Entah mengirim pesan, menulis coption, mengirim email, menulis blog, menulis artikel, surat-menyurat. 

Saya juga mulai belajar menulis dengan berbagai macam teknik kepenulisan dari berbagai sumber sajian media yang ada. 

Meskipun tulisan saya belum begitu baik dengan tata letak kata yang masih sangat kurang, tetapi berbagai macam bentuk koreksi baik dari mentor maupun orang-orang peduli dengan literasi.

Jadi penulis harus jadikan buku sebagai aroma yang segar, jadikan buku sebagai pacar dan setia pada aroma yang sama, aroma itu disebut sebagai bibliosmia.

Kata ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti bau atau aroma buku.

Setiap individu memiliki indra pengelihatan berja untuk membaca, indra peraba dapat memegang buku, indra penciuman aroma khas buku. Saat saya membaca buku dan membayangkan setiap kejadian, aroma khas itu bisa merangsang pola pikir dan terus terbayang.

Mengapa pecinta buku terbiasa aroma khas dengan adegan-adengan yang terus-menerus merangsang pikiran hati dan jiwa sehingga berpadu.

***