Derita Jokowi Juga di Derita Prabowo

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:21 WIB
0
1975
Derita Jokowi Juga di Derita Prabowo
Joko Widodo dan Prabowo Subianto (Foto: Tempo.co)

Serangan yang dihadapi Prabowo saat ini mungkin bisa dibilang serangan yang cukup telak. Predikatnya sebagai Pelanggar HAM, dan penculik aktivis dan mahasiswa sangat sulit untuk dihapuskan, stigma itu terus digulirkan setiap kali dia maju menjadi Calon Presiden.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, boleh saja memberikan berbagai argumentasi, namun stigma yang melekat pada Prabowo sangat sulit untuk dihapuskan begitu saja. BPN mengatakan, kenapa saat Prabowo menjadi Cawapres Megawati, hal tersebut tidak dipersoalkan.

Sama juga seperti Jokowi yang dicap sebagai PKI, argumentasi apa pun dikemukakan bahwa Jokowi bukan PKI, tetap saja stigma itu begitu melekat dibenak pendukung Prabowo, bahkan tidak lagi menggunakan nalar dan logika dalam mempercayai tuduhan tersebut.

Bayangkan saja, saat Jokowi mencalonkan diri sebagai walikota Solo, dengan didukung PKS dan PAN, tidak ada Sama sekali tuduhan Jokowi PKI. Begitu juga saat Jokowi maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, yang didukung oleh partai Gerindra dan PDIP, tidak ada tuduhan PKI terhadap Jokowi.

Bahkan pendanaan Jokowi saat menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta oleh Prabowo dan Hashim, kembali diungkit saat Jokowi menjadi Capres. Mungkin Prabowo dan Hashim tidak membayangkan jika takdir Tuhan, kalau nantinya Jokowi menjadi rival Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019.

Ketika Jokowi maju sebagai Calon Presiden pada Periode pertama, 2014-2019, isu Jokowi PKI mulai merebak, tanya kenapa.? Karena Jokowi tidak bersekutu dengan PKS, PAN dan Gerindra, dan Jokowi saat itu berada pada posisi sebagai seterunya mereka, maka untuk mengalahkan Jokowi, ditiupkanlah Isu Jokowi PKI.

Artinya, selama Jokowi bersekutu dengan PKS, PAN dan Gerindra, tidak mungkin Jokowi diisukan PKI, Karena Sumber isu PKI ya dari kelompok tersebutlah. Jadi apa yang diderita Prabowo sebagai Pelanggar HAM dan Penculik Aktivis, juga mahasiswa, sama beratnya dengan apa yang dihadapi Jokowi.

Kadang karma datangnya memang seperti itu, apa yang kita lakukan terhadap orang lain, maka seperti itulah Karma yang akan diterima. Mungkin beban yang Jokowi terima terhadap tuduhan tersebut, lebih ringan ketimbang Prabowo, Karena apa yang dituduhkan terhadap Jokowi tersebut jelas tidaklah benar.

Berbeda dengan Prabowo, karena bukan sekedar tuduhan, banyak saksi dari pihak korban yang masih hidup, dan terus berusaha untuk mengungkapkan kebenaran Kasus Penculikan, dan penghilangan orang dimasa Orde Baru, yang mana saat itu Prabowo dianggap bertanggung jawab.

Pernyataan Mantan Presiden RI ke 3, BJ Habibie pun sudah dianggap sebagai sebuah kebenaran, apa lagi beberapa Mantan Jenderal, yang ikut menandatangani surat pemecatan terhadap Prabowo, juga mengungkapkan tentang kebenaran Kasus tersebut.

Memang secara hukum, Prabowo belum pernah diadili di Mahkamah Militer Luar Biasa, sehingga kasus yang dihadapi Prabowo tetap saja masih menjadi kontroversi.

Namun sayangnya Stigma Prabowo sebagai penjahat HAM, juga penculik Aktivis dan mahasiswa, tidak bisa hilang begitu saja. Seperti juga stigma Jokowi PKI, tetap saja tidak bisa hilang begitu saja. Sampai Pilpres 2019 sekarang ini, isu Jokowi PKI itu masih terus digaungkan dimedia sosial.

Meskipun Jokowi sudah memperlihatkan, dan sudah mempublikasikan silsilah keluarganya, yang keseluruhannya adalah Muslim, dan sudah menunaikan Haji, tetap saja pendukung Prabowo tidak ada yang percaya.

Begitu juga pendukung Jokowi, tidak ada yang percaya kalau Prabowo itu bukan penjahat HAM, penculik Aktivis dan mahasiswa, karena mereka melihat sendiri pengakuan para keluarga korban Penculikan, dan pengakuan para jenderal yang terlibat langsung pada peristiwa tersebut.

Secara logika, PKI itu diberangus Orde Baru tahun 1965, sementara Jokowi lahir tahun 1961, masuk akal gak anak umur 4 tahun sudah menjadi anggota PKI. Mau dibilang ayahnya adalah bagian dari anggota PKI pun, tidak mesti anaknya juga PKI. Pada kenyataannya, ayah Jokowi pun tidak terlibat dalam PKI.

Nah harusnya, tuduhan terhadap Prabowo sebagai Penjahat HAM, juga penculik Aktivis dan mahasiswa bisa dipatahkan dengan argumentasi dan alibi yang kuat, sehingga tuduhan seperti itu tidak terus bergulir disaat masa Pilpres saja.

Kontroversi tuduhan terhadap Jokowi dan Prabowo tersebut, pastinya mempengaruhi elektabilitas keduanya sebagai Capres. Jokowi sendiri pernah mengatakan, bahwa ada 9 juta orang yang mempercayai kalau dia PKI, itulah yang membuat dia prihatin, sehingga berusaha untuk membuktikan dengan kerja keras, bahwa dia bukanlah PKI seperti yang dituduhkan.

Isu-isu negatif tersebut menyebabkan penurunan elektabilitasnya. Begitu juga bagi Prabowo, betapa sulitnya dia untuk menaikkan tingkat elektabilitasnya, yang sampai sekarang masih stagnan, hanya hasil survei dikalangan internal yang memperlihatkan adanya kenaikan, sehingga membuat kubu Prabowo tidak mempercayai hasil survei lembaga survei eksternal.

***