Iran Bernafsu Ratakan Tel Aviv dan Haifa

Rabu, 13 Februari 2019 | 08:57 WIB
0
203
Iran Bernafsu Ratakan Tel Aviv dan Haifa
Konflik Israel dan Iran (Foto: Youtube)

Iran mengancam Israel dan akan membumihanguskan kota-kota di Israel jika Amerika menyerang negaranya. Ancaman itu disampaikan oleh pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Senin (11/2/2019).

Dalam acara peringatan HUT ke-40 tahun revolusi Iran 1979, Wakil Komandan IRGC, Brigjen Yadollah Javani, mengancam akan meratakan Tel Aviv dan Haifa di Israel (Palestina pendudukan 1948) dengan tanah. Berkali-kali Iran sering mengancam Israel akan menghapus dari muka bumi kalau berani menyerang negaranya.

Bahkan wakil komandan IRGC itu seakan menantang AS untuk segera menyerang Iran kalau berani dan ia yakin AS tidak akan berani menyerang Iran. Dan kalau sampai berani menyerang, maka kota Tel Aviv dan Haifa akan dimusnkan rata dengan tanah.

Perang kata-kata atau urat syaraf antara Iran dan Israel sudah sering. Bahkan Israel sering menyerang aset militer Iran yang berada di Suriah.

Apa respon atau tanggapan Israel dengan ancaman yang disampaikan oleh wakil komandan IRGC, Brigjen Yadollah Javani?

Perdana Menteri Benyamin Netanyahu langsung merespon ancaman itu. Menurut Benyamain Netanyahu, kalau melakukan kesalahan terbesar dengan menghancurkan Haifa dan Tel Aviv maka tidak akan berhasil, dan itu akan menjadi hari revolusi yang terakhir bagi Iran.

"Cobalah, dan ini akan menjadi hari revolusi terakhir yang akan dirayakan oleh orang-orang Iran. Saya tidak mengabaikan ancaman rezim Iran, tetapi saya juga tidak terpengaruh oleh (ancaman) mereka," tegas PM. Netanyahu.

Dalam peringatan HUT ke 40 tahun revolusi Iran 1979 tersebut, Iran juga memamerkan rudal terbaru yang mempunyai daya jangkau 1.300 KM. Bukan itu saja, Iran juga memamerkan lewat video pabrik rudal dalam tanah dengan SDM dalam negeri Iran.

Tentu publikasi rudal atau pabrik rudal itu membuat gerah Amerika dan Israel karena bisa menjadi ancaman. Apalagi menurut situs intelijen Israel Debka, Iran menawarkan atau ingin memberikan rudal pertahanan udara "Bavar 373" kepada Libanon. Rudal Bavar 373 buatan Iran, sejenis rudal S-300 buatan Rusia. Dan rudal Bavar 373 adalah rudal pelindung fasilitas nuklir Iran.

Kalau sampai Libanon menerima rudal Bavar 373 dari Iran, akan sangat membahayakan dan meningkatkan konflik antara Israel dan Libanon. Apalagi Hizbullah juga sangat berpengaruh atau menguasai parlemen Libanon. Dan ini yang tidak disukai oleh Amerika dan Israel.

Sepertinya Iran ingin mengepung Israel lewat Libanon dan Suriah. Dan jika perang pecah sewaktu-waktu, maka Iran akan menggunakan pengaruhnya itu untuk menyerang Israel.

Apakah perang antara Iran dan Israel akan terjadi?

***