Berdamai dengan Alam

Kementerian Kesehatan harus duduk semeja dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kehutanan/Lingkungan Hidup membahas konsep One Health ini dengan lebih serius dan seksama.

Kamis, 7 Mei 2020 | 12:41 WIB
0
391
Berdamai dengan Alam
Memelihara alam (Foto: pikiran-rakyat.com)

Saya pernah menulis bahwa Pandemi Covid-19 ini merupakan teguran atau Karma Alam dan Lingkungan Hidup terhadap ulah manusia selama ini. Video World Economic Forum di bawah ini mendukung pendapat saya.

Ini sebenarnya terpulang pada bagaimana falsafah hidup kita sebagai umat manusia dalam berinteraksi dengan alam. Ada dua kubu ekstrim: Man IN Nature versus Man AND Nature. Pandangan hidup pertama adalah menempatkan manusia sebagai bagian dari Alam.

Saya kebetulan pernah menonton film dokumenter "SEME7TA", dan salah satu tokoh yang ditonjolkan adalah guru agama di Aceh. Dengan bijak ia memahami mengapa gajah mengamuk dan menyerbu ladang warga. Tak lain karena habitat gajah di hutan hujan tropis Aceh semakin habis.

Pandangan hidup kedua, lebih diwakili oleh Falsafah Barat: Manusia adalah Penguasa Alam. Eksploitasi alam habis-habisan, termasuk pembabatan hutan dan diganti perkebunan monokultur seperti sawit, hingga konsumsi BBM yang terus meningkat, akhirnya menimbulkan perubahan iklim, efek rumah kaca, dll.

Dan yang kita kerap abai: munculnya virus-virus patogen baru. Sebut saja HIV pemicu AIDS, virus Ebola, Hanta, Lassa, Marburg, dan virus-virus Corona penyebab SARS, MERS serta Covid-19. Ini semua akibat Virus Sphere mereka terganggu.

Seyogianya Konsep Kesehatan Tunggal (One Health) yang sudah beberapa tahun lalu dicanangkan di dunia, kita praktikkan di Indonesia. Kesehatan Manusia tak bisa dilepaskan dari Kesehatan Hewan Ternak/Peliharaan dan Kesehatan Satwa Liar.

Karenanya Kementerian Kesehatan harus duduk semeja dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kehutanan/Lingkungan Hidup untuk membahas konsep One Health ini dengan lebih serius dan seksama.

Pusat Studi Satwa Primata IPB dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman sebenarnya sejak 2014 sudah terlibat dalam Proyek PREDICT yang didukung USAID. Kegiatan ini melibatkan berbagai universitas dan lembaga penelitian di dunia. Dr Joko PamunGkas, virolog senior Pusat Studi Satwa Primata IPB pernah membahas masalah One Health ini di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman tanggal 11 Februari lalu.

***