Menguatkan Pemerintah Bukan dengan Menguatkan Kekuasaan

Senin, 5 Maret 2018 | 13:25 WIB
0
32
Menguatkan Pemerintah Bukan dengan Menguatkan Kekuasaan

Semakin pemerintah banyak mengecewakan rakyatnya, semakin membuat rakyat hilang kepercayaan. Semakin negara tak bisa menyelesaikan problem-problem rakyatnya, malah membuat semakin memburuk, semakin membuat rakyat hilang kepercayaan pada negara.

Bila pemerintah sudah hilang kepercayaan rakyatnya, sementara rakyat tidak berdaya, maka harapan mereka hanya dua: revolusi bila sudah di puncak kekecewaan atau segera pemilu berharap akan ada pergantian pemerintahan.

Bila negara sudah hilang kepercayaan rakyatnya, apalagi ketakpercayaan itu terus menguat, alamat negara dalam bahaya. Rakyat akan berpikir kepada mencari bentuk negara lain yang kemudian bisa menjadi bom waktu karena negara yang ada (the governing state) dianggap lemah, tak memadai dan harus dipikirkan ulang.

Maka, menguatkan pemerintahan bukanlah dengan menguatkan kekuasaan kelompok politik yang sedang berkuasa atau menguatkan kekuasaan yang mereka pegang, tapi memperbaiki dan meningkatkan kepercayaan rakyatnya melalui keberpihakan yang nyata yang mereka rasakan.

Maka, menguatkan negara bukanlah menguatkan kekuasaan dengan melemahkan hak-hak sipil dan politik rakyat, tapi dengan menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan dan kekuasaan negara dengan menjalankan perangkat-perangkat hukum, sosial, politik, ekonomi dan budaya.

Bila tidak begitu, kelompok politik yang sedang berkuasa terus bernafsu memperkuat kekuasaannya dan negara terus menguatkan arogansi kekuasaannya dengan memperlemah hak-hak politik rakyat, maka pemerintah dan negara hanya tinggal menunggu kejatuhannya oleh kekuatan rakyat yang seperti gunung es.

Permukaannya kecil, tapi dibawahnya adalah gunung besar yang siap membuat gempa dahsyat di lautan dan menciptakan ombak tsunami yang akan meluluhlantakkan daratan. Kalau sudah begitu, siapa yang rugi? Semuanya.

Negara diciptakan bukan untuk berkuasa, membangun kekuasaan dan mempertontonkan kekuasaan, tapi menjalankan amanat rakyat untuk mengelola pemerintahan, melindungi segenap tumpah darah, mensejahterakan rakyat, membuat mereka tenang dan tentram dalam pemerintahan yang adil untuk menciptakan kemakmuran bersama.

***

Editor: Pepih Nugraha