Sketsa

Asal-usul istilah “Jin Tomang” Yang Legendaris Itu

Jack John, pemeran "Jin Tomang" (Foto: Rollfilmblog.com)
Jack John, pemeran "Jin Tomang" (Foto: Rollfilmblog.com)
Jin Tomang hanya rekaan semata, pinter-pinternya pengarang seperti Firman Muntaco, yang menciptakan karakter jin yang punya standar dan spesifikasi khusus.

Di situs dan platform tanya jawab pengetahuan dan pengalaman Selasar, saya sering mendapatkan pertanyaan yang aneh-aneh, mulai dari pertanyaan yang ga penting seperti “Apakah di surga ada wi-fi” sampai pertanyaan berat mengenai falsafah kehidupan. Sejujurnya, saya malah suka menjawab pertanyaan yang aneh dan remeh-temeh itu seperti kucing peliharaan, cita-cita masa kecil, atau apakah saya menyesal dengan keputusan penting yang saya ambil.

Pernah suatu waktu ada pertanyaan seperti ini; “Dari mana asal-usul istilah Jin Tomang?”

Nah!

Tetapi karena saya suka menjawab pertanyaan apa saja -karena menantang isi pikiran untuk saya peres dan keluarkan- saya jawab saja sesuai pengetahuan dan pengalaman yang saya punya, tanpa harus membuka kamus atau Wikipedia. Di luar dugaan, jawaban sepele dan cenderung “ngasal” itu malah disukai pembaca di Selasar, sampai ribuan segala hahaha.

Jadi begini….

Saya peminat bahasa Betawi. Penulis produktif dengan latar belakang budaya dan bahasa Betawi ternama adalah Firman Muntaco. Saya membaca karya-karyanya saat saya SD atau SMP di Majalah Aktuil yang dibeli paman saya di Jakarta. Firman punya rubrik tetap di majalah itu, namanya “Gambang Jakarta”.

Saya pertama kali mendengar atau tepatnya membaca “Jin Tomang” itu dari salah satu tulisan Firman Muntaco itu. Di TVRI dalam sebuah episode cerita/drama dan lenong Betawi digambarkan sosok “Jin Tomang” sebagai pria gendut, botak, pendek, dengan wajah menyeramkan tentu saja.

Tentu bukan penghinaan terhadap postur seseorang, untuk itu Anda jangan tersinggung. Hanya saja, memang dengan gambaran seperti itulah sosok “Jin Tomang” muncul atau dimunculkan.

Mengapa namanya “Jin Tomang”? Saya tidak tahu persis, hanya saja dalam cerita-cerita ada “teman” si “Jin Tomang” seperti “Si Manis Jembatan Ancol” yang menunjukkan tempat di mana si jin atau si setan berasal. Bedanya Si Manis Jembatan Ancol perempuan yang konon seksi. Ya… seseksi-seksinya jin, mana mau saya pacaran sama dia hahaha…. Seru mungkin kalau ada cerita perempuan jin dari Ancol ini bertemu atau pacaran sama “Jin Tomang”.

Baca Juga:  Berebut "Kursi RI-3", Megawati, Prabowo, dan SBY Rela Turun Kelas

Jika dibandingkan Tugu Monas atau Istana Merdeka sebagai pusat kota dan pusat pemerintahan, barangkali lokasi Tomang saat itu terbilang jauh sehingga sebagaimana kawasan Ancol, digambarkanlah sebagai daerah yang angker tempat jin buang anak.

Salah satu jin itu bernama “Tomang”, merujuk dari mana dia berasal. Sama seperti pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, yang menunjukkan orang ini berasal dari Baghdad, Irak. Tetapi tentu saja dia bukan jin.

Bagi saya, “Jin Tomang” hanya rekaan semata, pinter-pinternya pengarang seperti Firman Muntaco, yang menciptakan karakter jin yang punya standar dan spesifikasi khusus sehingga ia disebut “Jin Tomang”, seolah-olah jin itu hidup.

Semua orang boleh saja bikin cerita dengan sosok “Jin Tomang” sebagai karakter utamanya. Seperti yang saya singgung di atas, Anda boleh membuat cerita percintaan antara “Jin Tomang” dengan “Si Manis Jembatan Ancol” dengan setting Betawi. Mungkin seru dan kalau Anda mujur diincar produser sinetron. Coba deh!

***