My Hero, Prof. Mohamed Ali Yusof

Dulu dari kampus ITM inilah saya bisa mengintip strategi spektakuler Mahathir Mohamad dengan "Vision 2020" nya berinvestasi SDM dengan konsep merdeka belajar.

Senin, 23 Agustus 2021 | 19:10 WIB
0
37
My Hero, Prof. Mohamed Ali Yusof
Mohamed Ali Yusof (Foto: Dok. pribadi)

Bicara soal toleransi, merdeka belajar dan hidup semeleh, beliau inilah sosok inspiratif saya. Prof. Mohamed Ali Yusof, namanya.

Kenal beliau pertama kali, saat menghadiri International Design Conference di Westin Hotel, Singapore. Sungguh serba kebetulan.

Waktu tahun 1990 itu, saya delegasi mahasiswa ITB dan beliau delegasi dosen Institut Teknologi Mara (ITM), Malaysia berkenalan saat "coffee-break".

Ternyata perkenalan ini tumbuh menjadi silaturahmi keluarga. Silaturahmi nan erat antar dua keluarga yang saling berkunjung Bandung-Kualalumpur hingga kini.

Beruntung, baheula sebelum wisuda saya diterima beliau untuk Kerja Praktek Profesi di konsultan Interior Design miliknya di Kualalumpur. Dikasih nginep di rumahnya berbulan-bulan. Diundangnya juga, saya memberikan kuliah tamu untuk para mahasiswanya di kampus ITM, Shah Alam, Selangor DE.

Dulu dari kampus ITM inilah saya bisa mengintip strategi spektakuler Mahathir Mohamad dengan "Vision 2020" nya berinvestasi SDM dengan konsep merdeka belajar. Ide pemerataan pendidikan dieksekusi secara "volume first, quality next" ke seantero negara bagian di Malaysia.

Thank you so much Prof. Mohd Ali.

***