Gerakan Sehat Berbasis Pesantren: Pengabdian Masyarakat Prodi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS di Pondok Pesantren Putra UNIMUS Semarang

Sabtu, 4 April 2026 | 13:52 WIB
0
10
Gerakan Sehat Berbasis Pesantren: Pengabdian Masyarakat Prodi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS di Pondok Pesantren Putra UNIMUS Semarang
Prima Trisna Aji, Dosen Muda Berprestasi, Menjadi Narasumber di Podcast “Bincang UNIMUS” Bahas Penghargaan Internasional

Semarang - Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam penguatan kesehatan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis edukasi dan promotif-preventif. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 31 Maret 2026, pukul 09.00 - 12.00 WIB, bertempat di aula lantai dasar Pondok Pesantren Putra UNIMUS Semarang, dan diikuti oleh 30 peserta mahasiswa.

Kegiatan ini mengusung konsep “Gerakan Sehat Berbasis Pesantren” yang bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan serta membangun kesadaran preventif terhadap penyakit kronis, khususnya hipertensi dan gangguan muskuloskeletal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terstruktur dimulai dari registrasi peserta, dilanjutkan dengan screening hipertensi melalui pengukuran tekanan darah, serta pengisian pre-test berbasis barcode untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta.

Dalam sambutannya, Kaprodi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS, Dr. Ns. Yunie Armiyati.,S.Kep.,M.Kep.,Sp.Kep.MB, menegaskan bahwa program spesialis keperawatan medikal bedah memiliki fokus utama pada pengendalian penyakit kronis melalui pendekatan yang komprehensif.

“Pesantren merupakan lingkungan strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa pencegahan penyakit kronis harus dimulai sejak usia muda dengan pendekatan edukatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Materi edukasi pertama disampaikan oleh mahasiswa Spesialis Keperawatan Medikal Bedah, Pandu Aseta, yang membahas tentang Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa HNP merupakan kondisi di mana bantalan tulang belakang mengalami penonjolan sehingga menekan saraf, yang dapat menyebabkan nyeri menjalar, kelemahan otot, hingga gangguan mobilitas. Edukasi ini menekankan pentingnya menjaga postur tubuh yang benar, aktivitas fisik yang seimbang, serta pencegahan cedera sejak dini, terutama pada usia produktif seperti mahasiswa.

Selanjutnya, dosen Spesialis Medikal Bedah UNIMUS, Prima Trisna Aji, memaparkan inovasi unggulannya bertajuk SMART LIVING APPROACH sebagai strategi pencegahan hipertensi berbasis mahasiswa pesantren.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa: “SMART Living merupakan pendekatan integratif yang menekankan perubahan perilaku melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik rutin, pengelolaan stres, serta monitoring kesehatan secara mandiri. Mahasiswa pesantren memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sehat yang berkelanjutan.”, Ucap Prima.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh Sekretaris Program Studi, Warsono, yang mengangkat topik penyakit muskuloskeletal secara lebih mendalam. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Sebagai bentuk penguatan pembelajaran, kegiatan juga dilengkapi dengan demonstrasi langsung oleh para narasumber terkait praktik pencegahan dan pengelolaan kesehatan. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab, pembagian doorprize, serta foto bersama sebagai simbol kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas pesantren.

Melalui kegiatan ini, Prodi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS Semarang tidak hanya menghadirkan edukasi kesehatan, tetapi juga membangun gerakan nyata berbasis komunitas yang berkelanjutan. Pesantren diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan gaya hidup sehat, sekaligus mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga kuat secara kesehatan.