PESISIR BARAT — Seorang oknum kepala sekolah dasar (SD) Negeri di Kabupaten Pesisir Barat, berinisial UZ, diduga melakukan tindakan tidak senonoh yang terekam dalam sebuah video panggilan video (video call) dengan sesama jenis. Selasa,15 September 2026.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, video tersebut memperlihatkan seorang pria yang diduga oknum kepala sekolah tengah melakukan panggilan video dengan seseorang. Dalam rekaman itu, pria tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas di hadapan kamera.
Video tersebut kemudian menjadi perhatian setelah beredar dan ditonton sejumlah warga di Kabupaten Pesisir Barat.
Warga Pesisir Barat, Romlah, mengatakan apabila video tersebut benar melibatkan oknum kepala sekolah yang bersangkutan, maka pemerintah maupun instansi terkait perlu melakukan pemeriksaan dan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, seorang kepala sekolah sebagai aparatur negara sekaligus tenaga pendidik seharusnya menjadi contoh yang baik bagi peserta didik maupun masyarakat.
“Kalau memang benar, harus ada pemeriksaan dan sanksi tegas sesuai aturan. Apalagi yang bersangkutan merupakan kepala sekolah dan ASN,” kata Romlah.
Ia menilai dugaan tindakan tersebut dapat mencoreng nama baik institusi pendidikan apabila terbukti dilakukan oleh yang bersangkutan.
Namun demikian, kebenaran dan keaslian video tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait. Identitas pria dalam video juga belum dapat dipastikan secara independen.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari oknum kepala sekolah berinisial UZ maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Barat terkait dugaan tersebut.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak yang disebutkan dalam pemberitaan. (Tim)
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews