Manusia dan Virus Ronde Dua

Selama mutasi virus jalan terus, rakyat dan pemerintah harus selalu siap siaga. Bukan tidak mungkin, kedepannya nanti, kalender tahunan kita dibagi menjadi dua musim: musim covid dan musim normal.

Jumat, 18 Maret 2022 | 06:36 WIB
0
123
Manusia dan Virus Ronde Dua
Manusia dan virus (Foto: ayojakarta.com)

Manusia dengan segala teknologinya sedang bertempur melawan virus dengan pengalaman evolusi jutaan tahun.

Sang virus selalu berusaha menemukan inang baru berupa sel-sal dalam tubuh manusia dan membajaknya sehingga menjadi pabrik virus baru.

Jika berhasil mengalahkan atau mengecoh sistem pertahanan tubuh, maka pabrik-pabrik baru itu mulai menghasilkan virus-virus baru. Saat memproduksi virus-virus baru ini, mereka tidak pernah hanya melakukan copy-paste. Tetapi selalu melakukan modifikasi disana-sini menyesuaikan dengan kondisi pabrik dan juga memanfaatkan pengalamannya bertempur menaklukan tubuh inangnya.

Virus-virus baru hasil modifikasi paling anyar ini lalu keluar dari tubuh inang melalui batuk, bersin, atau cukup dengan bernafas saja, siap memangsa tubuh inang baru lalu mengulangi proses replikasi ini.

Itulah yang sedang terjadi sekarang. Di India sana, sekitar bulan Maret, muncul virus Sars-Cov2-modif-Delta yang jauh lebih menular dibanding modif sebelumnya. Selain lebih menular, gejala yang muncul pun sering berbeda dengan Covid tahun lalu.

Tidak heran jika ada orang menganggap lonjakan varian Delta ini lebih tepat disebut “Covid-21”; karena secara kualitatif dan kuantitatif perilakunya cukup berbeda dengan Covid-19.

Lihat gambar pertumbuhan kasus harian per 100 ribu penduduk di bawah ini.

Di negara-negara tersebut, lonjakan kasus sama-sama terjadi diawal bulan Juni. Ini jelas bukan fenomena lokal. Berbagai teknologi terus kita ciptakan untuk melawan virus. Tapi virus yang sudah berpengalaman berevolusi sejak jutaan tahun lalu juga terus mencari celah titik lemah pertahanan tubuh manusia.

Selama mutasi virus jalan terus, rakyat dan pemerintah harus selalu siap siaga. Bukan tidak mungkin, kedepannya nanti, kalender tahunan kita dibagi menjadi dua musim: musim covid dan musim normal.

***