Angka Kemenangan yang Tertukar

Kalau memang pasangan Prabowo-Sandiaga mengklaim menang, tunggu saja tanggal pelantikannya. Paling yang melantik juga para pendukungnya sendiri.

Rabu, 15 Mei 2019 | 10:40 WIB
0
185
Angka Kemenangan yang Tertukar
Prabowo Subianto (Foto: Tribunnews.com)

Syahrini punya jargon: maju mundur-maju mundur cantik.

BPN atau Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno juga punya jargon: naik turun-naik turun, kalah!

Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno yang awalnya mengklaim menang 52% dan berubah menjadi 55%. Itupun dalam hari yang sama. Klaim kemenangan 55% tidak bertahan lama. Berubah lagi menjadi 62%. Dan klaim diangka 62% bertahan beberapa Minggu. Seperti tangga lagu di radio saja.

Karena banyak kritikan terkait kemenangan diangka 62% yang hampir tidak mungkin, akhirnya berubah lagi dan klaim kemenangan diturunkan diangka 54,24%. Mungkin klaim kemenangan ini dianggap di angka persentase yang wajar. Sekalipun aslinya kalah. Hanya untuk menghibur diri yang lagi kalut saja.

Dan klaim kemenangan tersebut disampaikan dalam simposium Prabowo-Sandi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa 14/5/2019 oleh Prof Dr Laode Masihu Kamaluddi. Menurutnya pasangan Prabowo Sandi menang dengan perolehan 54,24% dan pasangan Jokowi-Makruf Amin  sebesar 44,14%.

Sebenarnya klaim kemenangan  ini hanya membalik  dari hasil rekapitulasi KPU dengan menurunkan atau dikurangi dua persen dari angka kemenangan Jokowi-Maruf 56,24%.

Berdasarkan rekapitulasi KPU dengan jumlah suara yang masuk 80,35%,Jokowi-Makruf 56,24% dan Prabowo-Sandianga 43,76%.Artinya angka 56,24% milik Jokowi-Makruf diklaim milik Prabowo-Sandiaga dengan dikurangi sebesar 2%.

Baca Juga: Perlukah Makar Jika Sudah Mendeklarasikan Kemenangan?

Ini hampir mirip dengan pilpres 2014 yang lalu. Pada waktu itu pasangan Prabowo-Hatta Rajasa juga mengklaim menang diangka 52,20 persen. Padahal yang sebenarnya yaitu justru pasangan Jokowi-Jusuf Kalla yang unggul 53,13 persen.

Jadi pihak BPN Prabowo-Sandiaga hanya mengotak-atik angka dan diklaim sebagai kemenangan. Dan anehnya, sudah menyatakan menang tapi masih menuduh pemilu penuh kecurangan.

Ya, kalau memang pasangan Prabowo-Sandiaga mengklaim menang, tunggu saja tanggal pelantikannya. Paling yang melantik juga para pendukungnya sendiri.

***