SBY Semakin "Agresif" Mendukung Prabowo-Sandi

Jumat, 11 Januari 2019 | 08:21 WIB
0
2156
SBY Semakin "Agresif" Mendukung Prabowo-Sandi
Foto : Tempo.co

Di awal-awal Demokrat berkoalisi dengan Gerindra, SBY sempat 'Gerah' dengan Politik Identitas yang dimainkan koalisi Prabowo. Rupanya itu adalah masa-masa penyesuaian, bahkan SBY sempat mengeluarkan pernyataan, bahwa banyak kadernya yang lebih memilih untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf, hal itu disebabkan, Demokrat ingin fokus pada Pemilu Legislatif.

Namun sejak SBY didaulat sebagai Mentor Politik Prabowo, SBY terkesan lebih all out memberikan dukungan. Sebagai mantan Presiden yang pernah menjabat selama 2 Periode, tentunya SBY mempunyai pengalaman 'menang' dalam 2 Kontestasi Pilpres. SBY pastinya punya kiat bagaimana memenangi Pilpres.

Bukan hanya all out, bahkan SBY terkesan lebih agresif memberikan dukungan terhadap pemenangan Prabowo-Sandi, sama agresifnya dengan KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi. Intensitas pertemuan SBY dan Prabowo pun semakin kerap dilakukan di kediaman SBY. Sebagai mentor, tentunya SBY memberikan jurus-jurus untuk mematikan lawan.

Agresifnya dukungan SBY sangat bisa dirasakan dampaknya akhir-akhir ini. Bisa saja manuver politik yang dilakukan Andi Arief, tidak terlepas dari strategi yang diarahkannya. Kegaduhan yang terjadi akhir-akhir ini tidak mengusik kenegarawan SBY sama sekali, sehingga Andi yang merupakan elit Demokrat, sangat leluasa bermanuver.

Perubahan dukungan yang begitu drastis dari SBY sangat mengundang tanya. Mengalahkan Jokowi menjadi sebuah keharusan, apa pun caranya bukanlah soal yang penting. Politik memang sangat identik dengan kepentingan, setiap peluang harus dimanfaatkan untuk meraih kemenangan. Baik dan buruk bukanlah persoalan, karena politik adalah soal Menang atau Kalah.

Jelas SBY punya kepentingan untuk memenangkan Prabowo, karena kemenangan Jokowi merupakan sebuah ancaman terhadap ketidaknyamanan SBY. Dalam Politik itu biasa, politik bukan cuma tujuan untuk kemenangan, tapi juga mengamankan dan mencari aman.

Sebagai seorang negarawan yang mudah prihatin terhadap situasi politik, SBY pernah tidak nyaman dengan kegaduhan politik yang diakibatkan maraknya Politik Identitas. Namun SBY tidak merasa prihatin dengan situasi politik kekinian, yang semakin mengarah pada perpecahan dan kekacauan.

Lihat saja manuver Andi Arief yang semakin brutal, tidak ada reaksi SBY seperti biasanya. Ada kesan, SBY malah ikut menikmati situasi yang diciptakan Andi, sosok yang pernah diculik Tim Mawar pada masa 1998 lalu. Padahal, apa yang dilakukan Andi tersebut, bisa saja akan berdampak pada elektoral Demokrat di Pemilu Legislatif.

SBY perlu tangan Prabowo untuk memukul Jokowi agar tumbang, seperti biasanya, SBY selalu ingin bersih dari berbagai prasangka politik.

Sah-sah saja dalam politik, yang cerdik dan terdidik selalu menguasai yang kurang Cerdik. SBY adalah seorang 'Pemain' dipanggung politik, dia sangat menguasai panggung, dan menjadi 'aktor' di atas panggung.

***