*JAKARTA* – Presiden Prabowo Subianto terus mendorong penguatan koperasi sebagai pilar utama pemerataan ekonomi nasional. Melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemerintah menargetkan terciptanya simpul-simpul ekonomi lokal yang mampu menggerakkan potensi masyarakat secara berkelanjutan dan inklusif, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga negara. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menandatangani nota kesepahaman _(memorandum of understanding/MoU)_ dengan empat menteri dan satu pimpinan lembaga negara. Penandatanganan MoU melibatkan Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono mengatakan, kolaborasi lintas sektor dirancang untuk memperkuat kelembagaan koperasi, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia koperasi desa dan kelurahan.
“Koperasi Merah Putih kami siapkan sebagai simpul ekonomi lokal yang mampu mengonsolidasikan potensi masyarakat dan usaha kecil di daerah,” ujar Ferry.
Ia menegaskan, kolaborasi ini bukan sekadar MoU di atas kertas dan setiap kerja sama yang disepakati tidak bersifat seremonial.
“Setiap kesepakatan memiliki ruang lingkup yang jelas agar koperasi desa dan kelurahan benar-benar tumbuh sebagai pusat kegiatan ekonomi produktif,” katanya.
Dalam kerja sama dengan Kementerian UMKM, Ferry menjelaskan bahwa jaringan Koperasi Merah Putih akan difungsikan sebagai _marketplace_ nasional produk UMKM.
“Sekitar 80 ribu gerai koperasi yang direncanakan beroperasi akan memprioritaskan produk UMKM lokal. Ini penting untuk memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan daya saing pelaku usaha,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai koperasi memiliki peran strategis sebagai agregator produk UMKM dari berbagai daerah.
“Koperasi bisa menjadi jembatan UMKM untuk masuk ke pasar yang lebih luas dan terorganisasi. Ini sejalan dengan semangat pemerataan ekonomi,” ujarnya.
Implementasi program ini juga terlihat di daerah. Asisten I Bidang Perekonomian, Setda Ponorogo Harjono menegaskan bahwa pendirian Koperasi Merah Putih merupakan program strategis nasional.
“Ini adalah amanat Presiden Prabowo dan wajib dilaksanakan di seluruh desa dan kelurahan tanpa terkecuali,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyatakan kesiapan pemerintah daerah mendukung penuh program tersebut. Aset pemkab bisa digunakan untuk pembangunan kantor Koperasi Merah Putih.
“Ini bentuk dukungan kami terhadap program prioritas Presiden untuk mempercepat ekonomi kerakyatan,” ucap Ipuk.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak pemerataan ekonomi nasional dan memperkuat kesejahteraan masyarakat dari desa hingga perkotaan.
(*/rls)
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews