Dukung Jokowi Atasi Corona, Polri Kejar Teroris dan Bagi Bansos

Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti notebook, IPhone, ponsel Android, SIM A dan C, kartu ATM, KTP, buku catatan dan buku propaganda teroris.

Jumat, 1 Mei 2020 | 12:38 WIB
0
57
Dukung Jokowi Atasi Corona, Polri Kejar Teroris dan Bagi Bansos
Idham Aziz dan Presiden Joko Widodo (Foto: minews.id)

Polri secara strategis mendukung langkah-langkah Presiden Jokowi sejak awal penanganan wabah virus Corona. Melihat sepak terjang Polri dalam perang melawan wabah virus Corona Covid-19 sungguh menenangkan masyarakat.

Berbagai tantangan keputusan politik dan bukan politik pada akhirnya harus ditindaklanjuti oleh Polri. Untuk menguatkan operasi di lapangan Idham Aziz secara jelas menggandeng TNI dalam berbagai kegiatan di lapangan.

Garda depan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah Polri dengan melibatkan TNI dan para stake holders. Pemberlakuan PSBB sebagai upaya penanganan Covid-19, telah diantisipasi Kapolri Idham Aziz melalui Maklumat Kapolri sebagai tindak lanjut perintah Presiden Jokowi tentang pemberlakukan social distancing.

“Para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda (tingkat Polda) dan Kaopsres (tingkat Polres) Aman Nusa II 2020 di wilayah harus memberikan saran dan masukan kepada gubernur, bupati, dan wali kota terkait aspek keamanan dalam mengajukan permohonan PSBB ini,” kata Komjen Pol Agus Andrianto di Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Perang melawan Covid-19 bukan sembarangan. Aspek sosial yang terkait dengan keamanan dan ketertiban umum menjadi perhatian. Kekhawatiran terjadinya kemiskinan, kelaparan, dan aksi anarkis telah diantisipasi TNI/Polri.

Dalam instruksi tersebut Kapolri membeberkan jenis pelanggaran atau kejahatan yang mungkin terjadi yaitu permainan harga, penimbunan barang, dan kemungkinan orang yang menghalangi atau menghambat jalur distribusi pangan.

Operasi Ketupat 2020 Cegah Pemudik

Keamanan dan ketertiban masyarakat sangat penting saat pelaksanaan PSBB di berbagai daerah karena memengaruhi seluruh aspek kehidupan. Untuk memutus mata rantai penyebaran virus, Jokowi menerapkan aturan melarang mudik Lebaran 2020.

Ribuan penyisiran dan pemeriksaan dilakukan untuk mengamankan kebijakan pemerintah. Ribuan kendaraan pemudik menuju Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung telah diputarbalikkan oleh Korps Lalu Lintas Polri sampai hari keenam 29 April 2020 Operasi Ketupat 2020.

"Ada 15.239 kendaraan di seluruh Pulau Jawa yang kami putar balik," kata Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Benyamin di Jakarta Kamis, 30 April 2020.

Polda Metro Jaya membongkar praktik penyelundupan pemudik. Bus Syifa Putra bernopol H-7018-OE yang dikemudikan Paijo kedapatan menyelundupkan pemudik dari Jakarta ke Semarang.

"Keenam penumpang bersembunyi dengan merebahkan kursinya dan mematikan lampu untuk menghindari petugas," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Bus tersebut diberhentikan di Pospam Kedung Waringin, Bekasi, pada Rabu (29/4) malam. Saat diperiksa, pengemudi bernama Parjo mengaku tidak membawa penumpang.

Selain bis, Polda juga berhasil menelusuri pemilik jasa penyelundup melalui akun media sosial Facebook. Rabu pukul 22.30 WIB di Pospam penyekatan di Kedung Waringin, perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang, mencegat dua mobil yang membawa 10 pemudik yang akan menuju Jawa Tengah.

“Kita bisa mengamankan kedua kendaraan tersebut," kata Sambodo, Kamis (30/4/2020).

Bagi Bansos

Jenderal Idham Aziz mengeluarkan Instruksi Kapolri kepada seluruh Polres untuk mendata warga yang belum menerima bantuan sosial serta menyiapkan 10 ton beras untuk membantu masyarakat. Untuk menjamin tidak ada kelaparan.

Penghargaan diberikan oleh anggota DPR atas respons cepat dan kepekaan serta sensitivitas Polri untuk menyiapkan beras dan bahan pokok lainnya untuk dibagikan kepada warga terdampak Covid-19 yang belum terdata.

“Ini langkah cerdas dan kegiatan inovatif serta upaya antisipatif,” kata anggota DPR Arteria Dahlan di Jakarta Senin (27/4/20).

Tumpas Kejahatan Perampok

Di tengah wabah Corona kejahatan seperti perampokan yang meresahkan masyarkat juga mendapatkan perhatian Polri.

Empat perampok SNI, Ibra, Acong, dan IK yang menggasak uang sebanyak Rp30 di sebuah minimarket ditangkap sepekan setelah beraksi. Perampokan terhadap minimarket ini terjadi pada 15 April 2020 di kawasan Depok, Jawa Barat.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, para pelaku sudah mengintai minimarket tersebut. Lebih dulu mereka berpura-pura untuk mengambil uang di sebuah mesin ATM di dalam minimarket.

"Pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB, ketika mereka menghitung uang hasil penjualan mereka di minimarket tersebut, tiba-tiba datang tiga orang masuk," kata Nana di Jakarta Senin (27/4/2020).

Para pelaku menyandera karyawan minimarket, menodongkan celurit, sambil meminta karyawan minimarket menunjukkan brankas penyimpanan uang di lantai dua. Setelah menggasak uang Rp30 juta, perampok memasukkan empat karyawan di kamar mandi dengan mengancam tidak boleh keluar.

Korban melapor ke Polres Metro Depok yang melakukan penyelidikan bersama dengan tim dari Polda Metro Jaya. Akhirnya dalam sepekan polisi melakukan penangkapan terhadap para pelaku.

Satu pelaku ditembak mati karena melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam yang kemudian diberikan tindakan tegas.

"Salah satu pelaku yang menyerang anggota kami dilakukan tindakan tegas akhirnya satu orang meninggal dunia dan lainnya tertangkap," tutup Nana.

Kejar Teroris

Beberapa hari lalu Polri juga telah berhasil menewaskan satu penculik dan pembunuh petani di Poso. Situasi di Poso setelah penculikan kini membaik dan kondusif. Pelaku teror adalah kelompok teroris anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Satgas Tinombala menyergap mereka di Desa Kilo kawasan Pegunungan Padopi Poso Pesisir Utara. Satu teroris berinisial R tewas dalam baku tembak dan lainnya melarikan diri ke dalam hutan.

“Situasi kondusif. Masyarakat sudah beraktivitas normal," kata Kabagpenum Polri Kombes Pol. Asep di Jakarta, Rabu (29/4/2020).

Di Jawa Timur Densus 88 Antiteror Polri membekuk teroris berinisial MH (54), di Perumahan Bumi Sedati Indah, Sidoarjo, Minggu (26/4/2020) dini hari. Teroris MH berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur.

Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti notebook, IPhone, ponsel Android, SIM A dan C, kartu ATM, KTP, buku catatan dan buku propaganda teroris.

Sebelumnya, pada Kamis (23/4), Densus 88 juga menangkap teroris anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur berinisial Jhr alias AH di Sidotopo, Surabaya. Dia adalah warga Desa Ngebruk Malang. Polisi menyita dua pistol jenis FN, satu laras panjang, dan ratusan amunisi. Bravo Polri.

Ninoy Karundeng, penulis.

***