Jakarta - Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Papua sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan kesehatan dasar yang merata dan berkeadilan. Program ini menjadi salah satu instrumen utama dalam agenda pembangunan nasional, khususnya untuk mempercepat peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Papua.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk CKG, harus berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Papua. Pemerintah, menurutnya, telah memperkuat infrastruktur dan sumber daya kesehatan agar pelayanan dasar dapat diakses secara lebih luas.
“Rumah sakit sudah modern dengan alat-alat terbaru seperti CT (Computed Tomography) Scan dan MRI (Magnetic Resonance Imaging), dokter juga sudah kami datangkan [di Papua],” kata Wapres.
Penguatan CKG dipandang penting sebagai langkah preventif untuk mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sejak dini. Dengan pemeriksaan kesehatan gratis, pemerintah berharap dapat menekan risiko penyakit yang lebih serius sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.
Implementasi Program CKG terus berjalan di Papua dan semakin banyak cakupan wilayahnya. Seperti halnya di Papua Tengah, CKG sudah berjalan optimal dan terus ditingkatkan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Provinsi Papua Tengah, Dokter Agus, menyampaikan bahwa CKG sebagai program nasional telah dilaksanakan dan saat ini fokus pada perluasan cakupan pendataan penduduk.
"Saat ini tinggal cakupan CKGnya yang harus didata semua penduduk yang ada dan itu harus lewat Puskesmas atau kabupaten. Untuk sekarang lagi berproses," ujar Dokter Agus.
Ia menjelaskan bahwa untuk menjangkau masyarakat lebih luas, DP2KB Papua Tengah aktif membuka layanan CKG di ruang publik dengan bekerja sama bersama dinas kesehatan kabupaten dan Puskesmas. Data hasil pemeriksaan, lanjutnya, akan langsung diinput saat pelayanan berlangsung.
Upaya peningkatan partisipasi masyarakat juga dilakukan di Papua Barat. Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat secara berkelanjutan mendorong warga, khususnya di Manokwari, untuk mengikuti CKG melalui berbagai kegiatan pelayanan langsung.
“Dinkes Papua Barat mengadakan donor darah dan pemeriksaan kesehatan untuk peningkatan masyarakat mengetahui status kesehatannya,” kata Kepala Dinkes Papua Barat, Alwan Rimosan.
“Pemeriksaan kesehatan awal sangat penting untuk mengetahui status kesehatan masing-masing,” tambahnya.
Melalui penguatan Program Cek Kesehatan Gratis di Papua, pemerintah menegaskan kehadiran negara dalam menjamin hak dasar kesehatan masyarakat sekaligus membangun fondasi sumber daya manusia Papua yang lebih sehat dan produktif. #
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews