Ibarat Tanaman, Anies Layu Sebelum Berkembang

Masih ada waktu bagi AB walaupun sempit, PR terbesar AB adalah lepas dari bayang bayang kelompok yang mengusung issue agama.

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:13 WIB
0
150
Ibarat Tanaman, Anies Layu Sebelum Berkembang
Anies Baswedan (Foto: Facebook/Suherman Tekad)

Nama Anies Baswedan sebagai kandidat capres 2024 cenderung meredup. Elektabilitasnya menurun tajam jika dibandingkan tahun lalu. Ini akan semakin parah saat masa jabatannya sebagai Gubernur DKI berakhir, yang berarti Anies Baswedan kehilangan panggung politiknya. 

Ada beberapa faktor penyebab; Pertama, Anies Baswedan terpenjara dengan kelompok yang itu itu saja, kelompok yang mengedepankan issue agama ketimbang program, dan beliau tidak bisa keluar dari lingkaran itu.

Kedua, Anies Baswedan tidak mampu membuka komunikasi dengan partai politik dan masyarakat yang berbasis nasionalis untuk mendukung keinginannya maju sebagai capres. Sejarah sudah membuktikan, partai politik berbasis agama tidak pernah menang dalam konstelasi politik di Indonesia.

Faktor sentimen agama yang sudah telanjur melekat, pertarungan keras pilkada DKI (Ahok effect) dan pembiaran demo besar besaran alumni 212 jadi alasan.

Faktor lain yang tidak kalah penting, partai politik punya capres internal sendiri yang punya kekuatan elektabilitas memadai.

Ketiga, Anies Baswedan tidak lagi memiliki kekuatan finansial. "Cukong" politik melihat peluang Anies Baswedan sangat kecil untuk menang. Politik primodial di Indonesia masih membutuhkan biaya yang sangat besar, Pilpres Jokowi vs Prabowo jilid 1 dan 2 jadi pelajaran berharga bagaimana menempatkan "investasi" yang baik. 

Masih ada waktu bagi AB walaupun sempit, PR terbesar AB adalah lepas dari bayang bayang kelompok yang mengusung issue agama. Prabowo bisa jadi contoh.

Keberanian Prabowo untuk bergabung menjadi menteri Jokowi terbukti tidak menurunkan elektabilitasnya.

Baca Juga: Siapa Pengganti Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI?

Contohlah apa yang dilakukan oleh Ganjar dan Ridwan Kamil. Ganjar yg lekat dengan simbol nasionalis kian hari mulai mendekati kaum sarungan. Kebalikan dari Ganjar, Ridwan Kamil yang sedikit terkena issue agamis, mulai merapat ke kaum nasionalis abangan. 

Caranya? 

Anies Baswedan lebih cerdas dan tahu strategi apa yg harus dijalankan... 

Tetap semangat...

***