Diplomasi Hamas

Kita menyerukan pemerintah Indonesia agar lebih agresif dan lebih ril lagi dalam memberikan dukungan kepada Palestina. Agar tidak hanya sebatas kecam mengecam semata.

Rabu, 12 Mei 2021 | 11:52 WIB
0
175
Diplomasi Hamas
Abdul Aziz Al Rantissi (Foto: wikipedia.org)

Salah satu pimpinan Hamas Palestina Alm Dr Abdul Aziz Al Rantissi pernah mengatakan, bahwa zionis Yahudi tidak akan paham dengan yang namanya bahasa diplomasi, mereka hanya paham bahasa perang.

Penerus Ar Rantisi Alm Dr Syalah Shahadah, alm Ibrahim Al Muqaddima, Ismail abu Syanab juga pernah menyampaikan hal serupa.

Saat ini, pimpinan Hamas yang masih hidup masih dalam kondisi yang prima untuk melanjutkan perlawanan baik senjata atau diplomasi.

Ismail Haniyyah, Yahya Sinwar, Mahmud Zehar, Sami Abu Zuhri, Khaled Misyal, Mustafa abu Marzuq dll adalah pimpinan Hamas yang cerdas dan teguh.

Hamas hanya mau malaksanakan proses diplomasi dengan zionis hanya jika dijembatani oleh pemimpin Islam model Erdogan di Turki atau alm Mursi semasa hidupnya.

Sedangkan Hamas selalu menolak berdiplomasi dengan zionis apabila para penengahnya berasal dari pemimpin Arab yang terkenal bermuka dua dan tidak tulus membela Palestina semacam pemimpin Saudi, Mesir saat ini atau pemimpin Arab lain.

Hamas hanya percaya kepada negara model Turki, Tunisia, Atau Qatar yang selalu tulus dan serius menekan zionisme.

Hamas adalah gerakan perlawanan yang sah dan legal. Beda dengan gerakan sempalan lain semacam Fatah dibawah Mahmoud Abbas yang selalu munafik dalam isu Palestina.

Mahmoud Abbas adalah Presiden Palestina versi zionisme. Mereka tidak punya legitimasi mewakili seluruh rakyat Palestina di meja runding.

Hamas tidak mau berdiplomasi dengan zionis apabila diperantarai oleh negara negara Arab yang pro zionisme. Hamas teguh berjuang tanpa kenal lelah dengan terus menyerahkan syuhada demi syuhada.

Konstitusi negara kita sangat jelas. Kita adalah negara yang anti zionis dan anti penjajahan. Sudah saatnya Indonesia melaksanakan perintah konstitusi itu dengan lebih ril dan lebih tegas.

Zionisme internasional adalah gerakan terorisme global yang dipimpin Yahudi untuk melakukan pembersihan etnis Palestina. Gerakan terorisme ini di support oleh barat dan Eropa. Dari Arab sampai Afrika.

Dunia Arab sangat Munafik dengan isu Palestina kecuali beberapa negara yang benar benar tulus membantu perjuangan Palestina yang lebih legitimate dengan gerakan Hamas.

Ismail Haniyyah yang saat ini memimpin Hamas adalah mantan ajudannya Syeikh Ahmad Yasin. Mantan ajudannya Rantissi, mantan ajudannya Syalah Shahadah dkk.

Sikap Ismail Haniyah dalam hal ini tidak akan pernah disusupi kemunafikan. Beliau saksi hidup yang menyaksikan beberapa pimpinan Hamas dibunuh Israel saat beliau menjabat ajudan bagi para pejuang yang telah mendahului nya.

Jika kita mau membantu Palestina, maka Hamas adalah gerakan legal dan sangat legitimate mewakili seluruh rakyat Palestina. 

Itulah mengapa saya sangat menyayangkan bahwa Indonesia menolak Hamas saat Hamas mau membuka kantor perwakilan di Indonesia. Kita ikut ikutan kemunafikan dunia Arab lain dalam isu penting ini.

Kita tidak serius dalam isu penting ini, padahal kita adalah negara yang sangat strategis yang mampu berbuat lebih. Plus perintah konstitusi kita sangat jelas agar kita terus berpihak kepada Palestina dengan serius bukan sekedar basa basi.

Turki dan Qatar saat ini mati Matian membela Palestina dan mendukung gerakan Hamas dalam mencapai semua tujuan rakyat Palestina. Sayang, kita selalu lelet dan terkesan hanya basa basi.

Kita menyerukan pemerintah Indonesia agar lebih agresif dan lebih ril lagi dalam memberikan dukungan kepada Palestina. Agar tidak hanya sebatas kecam mengecam semata.

Israel telah melanggar semua hukum internasional, seharusnya kita bisa menemukan jalan untuk menekan dan terus mendesak Israel dengan lebih kuat agar mereka menghentikan penjajahan brutal ilegal mereka terhadap Palestina.

***

Tengku Zulkifli Usman, Pengurus Harian Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelora Indonesia.