Pengamanan Humanis Sukses Jaga Perayaan Tahun Baru Aman dan Nyaman

Kamis, 1 Januari 2026 | 15:22 WIB
0
11
Pengamanan Humanis Sukses Jaga Perayaan Tahun Baru Aman dan Nyaman
Dendi Satrio

Pendekatan pengamanan humanis menjadi kunci utama dalam menjaga perayaan malam pergantian Tahun Baru 2025–2026 berlangsung aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. 

Pengamanan humanis juga diperkuat secara nasional melalui keterlibatan Polri yang mengerahkan 234.000 personel di seluruh Indonesia. Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pendekatan keamanan dilakukan secara terpadu dan mengedepankan nilai kemanusiaan. 

“Pengamanan perlu dilaksanakan dengan mengedepankan empati dan kebersamaan,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sinergi lintas instansi serta kesadaran masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan perayaan Tahun Baru yang aman, nyaman, dan bermakna bagi semua.

Sedangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memastikan kesiapsiagaan personel di berbagai titik keramaian dengan mengedepankan pelayanan persuasif serta respons cepat terhadap kebutuhan warga.

Sebanyak 288 personel Unit Reaksi Cepat (URC) Satpol PP DKI Jakarta dikerahkan untuk mendukung pengamanan malam tahun baru. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara terukur dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat. 

“Personel URC kami siagakan untuk memastikan setiap aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis,” ujar Satriadi Gunawan.

Dalam pelaksanaannya, personel URC didukung oleh 144 unit kendaraan roda dua guna mempercepat mobilitas dan respons terhadap pengaduan masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar setiap potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum dapat ditangani secara cepat tanpa menimbulkan keresahan. 

“Dukungan kendaraan operasional memungkinkan personel bergerak sigap dan memberikan pelayanan terbaik bagi warga,” jelas Satriadi Gunawan.

Pengamanan difokuskan di sejumlah lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas perayaan, seperti Bundaran HI, FX Sudirman, kawasan SCBD, Semanggi, Dukuh Atas, Sarinah, Thamrin, Lapangan Banteng, Kota Tua, serta titik-titik lainnya. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu menciptakan rasa aman sekaligus menjaga suasana perayaan tetap kondusif.

Menurut Satriadi Gunawan, URC Satpol PP juga berperan dalam menindaklanjuti laporan warga terkait aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, termasuk perdagangan yang tidak sesuai ketentuan. 

“Jika ada laporan dari masyarakat, unit reaksi cepat akan segera turun untuk memberikan solusi secara persuasif dan profesional,” tuturnya.

Selain aspek pengamanan, Satpol PP DKI Jakarta turut mengimbau masyarakat agar merayakan pergantian tahun secara sederhana dan penuh empati, termasuk dengan mengurangi penggunaan kembang api. 

“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan menunjukkan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” kata Satriadi Gunawan.

Pengamanan humanis juga diperkuat secara nasional melalui keterlibatan Polri yang mengerahkan 234.000 personel di seluruh Indonesia. Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pendekatan keamanan dilakukan secara terpadu dan mengedepankan nilai kemanusiaan. 

“Pengamanan perlu dilaksanakan dengan mengedepankan empati dan kebersamaan,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sinergi lintas instansi serta kesadaran masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan perayaan Tahun Baru yang aman, nyaman, dan bermakna bagi semua.