*JAKARTA* – Pemerintah memastikan distribusi logistik bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatra berjalan aman, terkendali, dan tepat sasaran. Di tengah upaya percepatan penanganan bencana, pemerintah juga mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai potensi provokasi yang memanfaatkan simbol-simbol politik dan isu sensitif, agar tidak mengganggu solidaritas serta proses pemulihan di lapangan.
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution mengungkapkan, total estimasi kerugian akibat bencana di sejumlah kabupaten/kota di Sumut mencapai Rp9,98 triliun. Mencakup kerusakan infrastruktur, pertanian, perkebunan, peternakan, pendidikan, kesehatan, hingga sektor perumahan dan rumah ibadah. Meski masih terdapat 13 kecamatan yang terisolir akibat putusnya akses darat, seluruh bantuan logistik telah menjangkau wilayah terdampak melalui jalur udara dan perairan.
“Kami akan berupaya penuh terus mempercepat penanganan bencana di Provinsi Sumut,” ujar Bobby usai rapat terbatas secara _daring_ dengan Presiden Prabowo Subianto di Posko Tanggap Bencana Sumut, Medan.
Berdasarkan data, sebanyak 420.631 kepala keluarga atau 1.578.014 jiwa terdampak, dengan jumlah pengungsi mencapai 45.032 jiwa. Korban meninggal dunia tercatat 330 orang, 650 luka-luka, dan 136 lainnya masih dalam pencarian.
“Pencarian korban hilang terus kami lakukan dan akan dioptimalkan seiring terbukanya akses,” jelas Bobby.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kerja keras seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga relawan. Menurutnya, kekompakan dan pengalaman bangsa dalam menghadapi bencana menjadi kekuatan utama dalam proses pemulihan.
“Dengan kerja sama dan kebersamaan, kita mampu menghadapi musibah ini tanpa lelah,” kata Presiden.
Di sisi lain, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo memperkuat penanganan banjir di wilayah Sumatra dengan menerjunkan 10.759 personel, serta menyiagakan tambahan 1.500 personel. Polri juga mengoperasikan 29 dapur lapangan, 38 posko kesehatan, 145 sumur bor, dan 400 mobil tangki air bersih.
“Bantuan pangan berupa 227 ton beras dan 150,4 ton logistik lainnya telah disalurkan, termasuk melalui helikopter dan pesawat untuk wilayah sulit dijangkau,” ucap Kapolri.
Di tempat lain, Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir menegaskan, kelancaran distribusi logistik dan BBM harus dijaga dari gangguan apa pun, termasuk provokasi berkedok simbol politik.
“Bencana adalah urusan kemanusiaan. Jangan dicampuradukkan dengan kepentingan lain yang dapat merusak persatuan dan menghambat pemulihan,” tegasnya.
Upaya pemulihan infrastruktur turut menunjukkan progres positif. Akses Jalan Nasional Beutong Ateuh–Ceulala yang menghubungkan Nagan Raya dan Aceh Tengah kini kembali dibuka. Pemerintah Aceh menegaskan konektivitas wilayah dataran tinggi merupakan “urat nadi” ekonomi dan prioritas utama pemulihan pascabencana. (*/rls)
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews