Seharusnya pesta demokrasi ini di jalani dengan kegembiraan dan semangat persatuan guna mensukseskan Pemilu 2019 secara damai berkualitas dan bermartabat.
Dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan Pemilu 2019 datang dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dukungan juga datang dari para pegiat media sosial yang terdiri dari kalangan bloger, vloger, youtuber, dan content creator yang tergabung dalam Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI).
FPMSI akan menggelar deklarasi dan aksi kebangsaan di area Car Free Day (CFD) tepatnya di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (7/4/2019) pagi. Untuk kesekian kalinya FPMSI melaksanakan gerakan literasi dalam rangka dukungan melawan hoax dan menolak Golput serta Ajakan untuk Jangan Takut Memilih pada Pemilu 2019 17 April nanti.
Diharapkan ribuan warga yang tengah berolahraga pagi di kawasan Car Free Day (CFD) kawasan Sudirman-Thamrin , seperti aksi-aksi sebelumnya tetap antusias mendukung Gerakan Lawan Hoax Tolak Golput Demi suksesnya Pemilu 2019 yang berkualitas dan bermartabat dalam rangka mewujudkan Keberlanjutan Pembangunan Indonesia”
Adapun bentuk dukungan masyarakat yang sedang berolahraga di kawasan bebas kendaraan bermotor itu, diwujudkan dengan bersama-sama membacakan deklarasi Mensukseskan Pemilu 2019 tanpa hoax , tanpa Golput dan tanpa takut memilih serta aksi membubuhkan tanda tangan di atas spanduk raksasa bertuliskan ajakan positif tersebut.
Selain membawa tema besar lawan hoax dan tolak Golput di acara tersebut, FPMSI juga menghimbau masyarakat agar jangan takut untuk memilih pada 17 April 2019 nanti, agar terwujudnya pesta demokrasi yang riang gembira serta cerdas menggunakan hak pilihnya demi suksesnya Pemilu 2019 dan terwujudnya keberlanjutan pembangunan Indonesia.
Ketua FPMSI Rusdil Fikri ingin menekankan bahwa FPMSI akan senantiasa memberi edukasi pemahaman literasi dalam media sosial kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, dan berani menghadapi intimidasi dengan cara menolak ajakan Golput dan tetap berani gunakan hak pilih dengan cerdas serta menjaga persatuan bangsa demi suksesnya keberlanjutan pembangunan Indonesia dan kemajuan bangsa.
“Sosialisasi dan ajakan ini diharapkan mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat khususnya kalangan pegiat media sosial . FPMSI terus ikut berkontribusi mengedukasi masyarakat dalam bermedia sosial guna sukseskan Pemilu 2019 demi keberlanjutan pembangunan Indonesia serta berani gunakan hak pilih dengan cerdas tanpa harus takut memilih di 17 April nanti," ungkap Ketua FPMSI Rusdil Fikri.

"Seharusnya pesta demokrasi ini di jalani dengan kegembiraan dan semangat persatuan guna mensukseskan Pemilu 2019 secara damai berkualitas dan bermartabat demi kemajuan bangsa 5 tahun kedepan," sambung Rusdil.
Dalam sosialisasinya, FPMSI akan membagi-bagikan stiker kepada masyarakat peserta Car Free Day bertuliskan “Lawan Hoax Tolak Golput Dan Jangan Takut Memilih Demi Suksesnya Keberlanjutan Pembangunan Indonesia“.
“Mari wujudkan pesta demokrasi dengan riang gembira, tanpa takut memilih dan jangan golput untuk kemajuan bangsa Indonesia,” pungkas Rusdil Fikri.
***
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews