Terapi Multimodal untuk Hipertensi: Dosen UNIMUS Luncurkan Video Edukasi Mandiri Berbasis Keperawatan

Minggu, 1 Februari 2026 | 17:08 WIB
0
0
Terapi Multimodal untuk Hipertensi: Dosen UNIMUS Luncurkan Video Edukasi Mandiri Berbasis Keperawatan
Pentingnya Kebutuhan Harga Diri Pada Teori kebutuhan Hierarki Maslow

Boyolali, Jawa Tengah — Inovasi edukasi kesehatan berbasis keperawatan kembali lahir dari perguruan tinggi. Dosen Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang, Prima Trisna Aji, meluncurkan video edukasi terapi multimodal bagi pasien hipertensi yang mengombinasikan rendam kaki air hangat dan teknik relaksasi napas dalam.

Peluncuran video edukasi tersebut dilaksanakan pada Jumat (30/1/2026), bertepatan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Posyandu Lansia Donohudan, Boyolali. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang didanai oleh Universitas Muhammadiyah Semarang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), dengan durasi pelaksanaan selama tiga bulan dan menyasar lansia penderita hipertensi.

Menurut Prima Trisna Aji, video edukasi ini dikembangkan sebagai respons atas kebutuhan pasien terhadap media pembelajaran kesehatan yang praktis, mudah dipahami, dan dapat diterapkan secara mandiri di rumah.
“Masih banyak pasien hipertensi yang kesulitan menjalankan terapi nonfarmakologis secara konsisten. Melalui media video, pasien mendapatkan panduan visual langkah demi langkah untuk mengelola hipertensi secara mandiri, sehingga tekanan darah dapat dikendalikan dan risiko komplikasi jangka panjang ditekan,” ujarnya.

Pengembangan video edukasi ini dilakukan secara kolaboratif bersama dosen Universitas Muhammadiyah Semarang Arie Shofyan Bhaidhowy serta dosen Universitas Slamet Riyadi Surakarta Elinda Rizkasari. Kolaborasi lintas institusi tersebut memperkuat pendekatan edukatif dan aplikatif dari inovasi yang dihasilkan.

Respons positif datang dari peserta Posyandu Lansia Donohudan. Salah satunya, Mbah Karmo, mengaku terbantu dengan kehadiran video edukasi tersebut.
“Penyampaiannya pelan dan jelas. Videonya bisa diputar ulang di rumah, jadi kami tidak khawatir salah saat mempraktikkan terapinya,” tuturnya.

Edukasi Keperawatan Berbasis Terapi Multimodal
Keunggulan utama inovasi ini terletak pada penggabungan terapi fisik sederhana dan teknik relaksasi psikologis dalam satu media edukasi terstruktur. Pendekatan ini dikenal sebagai terapi multimodal, yang menempatkan pasien sebagai subjek aktif dalam pengelolaan penyakit melalui konsep self-management keperawatan.

Berbeda dengan edukasi konvensional yang bersifat lisan dan sesaat, video ini memungkinkan pembelajaran berulang, berkelanjutan, dan mandiri. Model tersebut dinilai lebih ramah bagi lansia dengan keterbatasan literasi kesehatan maupun akses layanan kesehatan. Dalam praktiknya, terapi multimodal ini dilaporkan mampu membantu menurunkan tekanan darah secara bermakna dalam waktu relatif singkat dibandingkan pendekatan tunggal.

Sebagai bentuk perlindungan inovasi, video edukasi terapi kombinasi ini telah didaftarkan dan memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Ke depan, tim pengembang berharap video edukasi tersebut dapat diadopsi secara lebih luas oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama, posyandu lansia, serta program promotif dan preventif di berbagai daerah di Indonesia.