PepNews— Ekonom Univesitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi mengatakan bahwa terjadinya deflasi di tiga provinsi terdampak bencana banjir dan longsor, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, adalah dampak dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah tersebut.
Baca Juga Ini: https://dlhsupiori.org/struktur/
Pernyataan tersebut disampaikan Fithra dalam merespons data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat bahwa ketiga provinsi terdampak mengalami deflasi bulanan pada Januari 2026.
Aceh, contohnya, mengalami deflasi bulanan sebesar 0,15 persen. Sementara itu, Sumatra Barat dan Sumatra Utara masing-masing mencatat deflasi bulanan sebesar 0,75 persen dan 1,15 persen.
Menurut Fithra, deflasi di ketiga wilayah tersebut terjadi karena pemerintah berhasil memulihkan infrastruktur kunci, seperti jalan dan jembatan, yang berperan penting dalam kelancaran distribusi logistik.
“Inflasi itu bisa diturunkan salah satunya lewat jalur logistik. Kalau logistiknya lancar, berarti lalu lintas barang lebih tinggi. Itu bisa menjelaskan kenapa mereka inflasinya bisa rendah sekali, atau bahkan deflasi,” ujar Fithra, Rabu (4/2).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bencana di ketiga provinsi tersebut telah merusak infrastruktur penghubung krusial, seperti jalan dan jembatan. Akibatnya, pasokan barang kebutuhan ke wilayah-wilayah tersebut menjadi tersendat dan mendorong lonjakan harga.
Kondisi tersebut tercermin dalam data BPS yang menunjukkan bahwa ketiga provinsi tersebut mengalami inflasi cukup tinggi pada Desember 2025, atau sekitar sebulan setelah bencana. Pada periode itu, Aceh mencatat inflasi 3,6 persen, Sumatra Utara 1,66 persen, dan Sumatra Barat 1,48 persen.
Namun, pada saat yang sama, pemerintah mulai mempercepat pemulihan infrastruktur, antara lain melalui pembangunan jembatan armco dan bailey, serta perbaikan ruas-ruas jalan nasional. Seiring membaiknya konektivitas, distribusi logistik pun kembali berjalan normal dan tekanan inflasi perlahan meredup.
Baca Juga Ini: https://dlhsupiori.org/struktur/
“Dengan kata lain, pemerintah saat itu melakukan aktivitas pembenahan supply dan membantu masyarakat terdampak. Jadi, kalau misalnya ada pertanyaan ‘pemerintah ke mana saja?’ Nah, itu justru buktinya adalah inflasi yang turun,” imbuh dia.
Selain perbaikan infrastruktur, Fithra juga menilai penyaluran bantuan pemerintah turut berkontribusi terhadap deflasi di wilayah terdampak.
“Bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok, yang masuk kategori volatile food, membuat masyarakat tidak perlu membeli di pasar. Ketika permintaan turun, harga pun relatif lebih terkendali,” tutupnya.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews