PepNews – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas kinerja cepat Badan Pengelola Investasi Danantara dalam menyediakan hunian bagi warga terdampak bencana.
Baca Juga: https://dlhpohuwato.org/profile/tentang/
Hanya dalam waktu delapan hari sejak dimulai pada 24 Desember, sebanyak 600 unit rumah hunian sementara (huntara) berhasil diselesaikan.
Prabowo menegaskan bahwa kecepatan pembangunan ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam meringankan penderitaan rakyat.
Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan warga terdampak bisa segera kembali memulai kehidupan dengan layak dan bermartabat.
"Danantara membuktikan dalam delapan hari bisa membangun 600 hunian yang menurut saya cukup baik. Fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi dan meringankan penderitaan rakyat. Itu merupakan kewajiban kita sebagai pejabat dan pemimpin," ujar Prabowo saat mengunjungi Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
Baca Juga: https://dlhpohuwato.org/profile/tentang/
Dalam proses pembangunannya, Prabowo memberikan arahan khusus agar pengerjaan tetap efisien dengan memanfaatkan potensi lokal.
Ia mendorong penggunaan bahan-bahan sederhana namun efektif untuk meningkatkan kenyamanan suhu di dalam hunian, seperti penggunaan lapisan tekstil atau anyaman di bawah atap seng guna meredam panas.
"Solusinya tidak usah mahal-mahal, bisa dari bahan lokal atau tekstil untuk melapisi seng agar tidak panas. Ini adalah bentuk kreativitas orang-orang di lapangan," tambahnya.
Meski dibangun dengan konsep modular yang cepat, setiap unit tetap mengedepankan kualitas hidup. Hunian ini dilengkapi dengan dua kasur, lemari, kipas angin, serta akses listrik dan Wi-Fi gratis.
Untuk mendukung kesehatan lingkungan, tersedia fasilitas MCK komunal, klinik kesehatan, hingga taman bermain anak.
Target 15.000 Unit Rumah Sementara
Keberhasilan pembangunan 600 unit awal ini menjadi langkah pembuka dari target ambisius pemerintah.
Danantara diproyeksikan mampu membangun hingga 15.000 unit rumah sementara ini dalam tiga bulan ke depan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan fisik ini harus dibarengi dengan pemulihan martabat warga.
Negara tidak hanya ingin membangun kembali bangunan yang runtuh, tetapi juga memastikan rasa aman dan kenyamanan dasar bagi setiap korban bencana melalui semangat gotong royong.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews