Tipuan Mungkin Adanya

Banyak pertanyaan yang intinya himbauan agar khalayak jangan mudah percaya sama tukang hipnotis yang mengklaim sudah menjadi trilyuner.

Selasa, 26 Mei 2020 | 07:52 WIB
0
1072
Tipuan Mungkin Adanya
Mardigu dan mata uangnya (Foto: boombastis.com)

Kayaknya muncul kloningan diskusi dobol dengan nganu. Orang ini (Bossman Mardigu, ed.) mengaku trilyuner karena mencipta sesuatu yang patennya dibeli perusahaan energy Singapura. Dan dia melecehkan perbankan Indonesia yang katanya tidak mau memberi pinjaman untuk mengembangkan temuannya. Hanya perbankan Singapura yang bersedia.

Itu kata orang ini. Tapi setelah dilacak, nama orang ini tidak muncul.

Dia mengklaim sebagai trilyuner tapi seminarnya harus bayar. Gaya marketing seminarnya sangat bombastis. Misalnya, kursus UKM gratis. Dikasih ilmu dikasih modal 200 sampai 500 juta tanpa riba. Come on...

Jika memang ada, kenapa woro-woro itu terus berulang dan belum ada media yang meliput hasil hebatnya itu.

Justru Kompas.com yang menurunkan berita bahwa orang ini mengumumkan investasi digital cryptocurrency semacam bitcoin.

Bedanya katanya dia, jaminan bitcoin ala dia adalah emas seberat 1 Ton yang ditaruh di bank ( Bank mana kita gak tau) dalam bentuk pecahan logam 20 gram.

Kita tidak tahu apa maksud Kompas.com memberitakan investasi yang sudah berkali-kali dibilang BI dan OJK sebagai sangat berbahaya dan punya resiko tinggi merugi. Bahkan bitcoin dilarang sebagai alat transaksi.

Tapi saya melihat pemberitaan ini adalah peringataan bagi OJK untuk mengawasi pergerakan perusahaan orang ini.

Belakangan juga orang ini sudah berlagak sebagai ekonom. Dia yang mengaku sudah membaca ribuan neraca, mengkritik pandangan pemerintah bahwa sampai saat ini hutang terkelola dengan baik. Dia melihat APBN seperti neraca rugi laba perusahaan kelontong.

Ini adalah kali kedua dia menyajikan analisa sangat ngawur soal ekonomi makro. Dia pernah menulis panjang soal model bisnis BUMN yang dia katakan salah urus hingga gampang dikerjain oleh investment banking yang isinya di sebut sebagai economic hitman.

Baca Juga: Tentang Bossman Mardigu

Dia mengaku bertemu orang-orang ini yang berlatar belakang intelejen dan sangat ahli dalam soal ekonomi. Yahudi pulak... Nah lengkap klaim dia ketemu banyak orang penting itu.

Cerita-cerita demikian terlalu sempurna. Apalagi dia itu sebelumnya dikenal sebagai orang yang bisa hipnotis dan ambil kursus NLP tapi tidak sampai kategori pakar.

Saya kok khawatir, apa yang dipromosikan orang ini menjurus pada penipuan dan pembodohan. Sama Diskusi dengan Trilyuner dari Hong Kong.

Jika dia trilyuner, kenapa masih tersisa banyak waktu bagi dia untuk update postingan tiap hari lebih dari dua kali? Itu perusahaan yang ada nama Swissnya, alamatnya dimana? Katanya lulusan Menlo di Silicon Valley. Tahun berapa?

Dan banyak pertanyaan yang intinya himbauan agar khalayak jangan mudah percaya sama tukang hipnotis yang mengklaim sudah menjadi trilyuner.

Bagi kawan-kawan dia dan para jagoan membaca postingan saya, tolonglah bilang dia: segeralah insyaf.., Jangan menipu!

Budi Setiawan

***

Disclaimer: Tulisan ini dibuat dan ditayangkan di media sosial pada bulan Mei 2018.