Beradaptasi dengan Kehadiran Covid-19

Kegaduhan lockdown perlu segera diakhiri, karena life must go on. Sudah terlalu lama kita menderita karena dihantui ketakutan yang jauh lebih mengerikan daripada corona itu sendiri.

Selasa, 12 Mei 2020 | 11:19 WIB
0
101
Beradaptasi dengan Kehadiran Covid-19
Presiden Joko Widodo (Foto: CNN Indonesia)

Baru-baru ini Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa mungkin sudah saatnya kita berdamai dengan covid-19. Maksudnya tentu saja bukan seperti tentara yang kalah perang dan mengulurkan tangan mengajak damai kepada seterunya.

Yang dimaksud oleh Jokowi adalah agar manusia di muka bumi ini beradaptasi dengan kehadiran virus corona ini di tengah-tengah kita. Kalau kita terus-terusan bertempur habis-habisan melawan corona ini dengan mengorbankan seluruh aset-aset ekonomi kita, bukan saja kita bakal gagal menghapus corona dari muka bumi, tapi kehidupan manusia akan hancur lebur akibat semuanya tidak punya sumber nafkah lagi.

Satu-satunya yang masih punya gigi untuk menakut-nakuti publik di seluruh dunia dari covid-19 ini adalah angka statistik penambahan kasus dan kematian (morbidity dan mortality) yang terus bertambah di-update dari hari ke hari. Sampai hari ini, dilaporkan 4,2 juta kasus dan 285 ribu kematian seluruh dunia. Nampaknya memang mengerikan.

Baca Juga: Hidup Berdamai dengan Covid-19

Tapi tahukah Anda, baha penyakit influenza yang kita anggap tidak berbahaya dan sudah taken for granted mempunyai angka statistik sebanyak 6 juta kasus per tahun dan angka kematian 650 ribu di seluruh dunia. Itu pun belum seluruhnya tercatat karena penyakit flu (apalagi yg ringan) tidak diwajibkan untuk dilaporkan ke badan kesehatan dunia.

Kalau melihat angka kasus dan kematian influenza di atas, mungkin sudah saatnya kita tidak terkaget-kaget dan stres terus-terusan membaca laporan jumlah kasus covid-19 ini.

Maksud saya, seandainya kasus influenza ini dilaporkan secara masif di tahun-tahun yang lampau, hasil angkanya tidak akan kalah dengan covid-19 malah mungkin  jauh lebih spektakuler.

Jadi, berkaca pada situasi dan kondisi terkini, memang sudah saatnya kita beradaptasi dengan corona ini. Tentu upaya ahli-ahli medis dan epidemiologi untuk menemukan obat dan vaksin terhadap covid-19 tetap terus kita dorong.

Tapi segala kegaduhan lockdown perlu segera diakhiri, karena life must go on. Sudah terlalu lama kita menderita karena dihantui oleh ketakutan. Ketakutan yang jauh lebih mengerikan daripada corona itu sendiri.

***