Perpustakaan Tak Terawat, Ini yang Dilakukan Mahasisw KKN Tim I UNDIP

Dengan adanya kegiatan preservasi ini kami berharap akan lebih banyak warga yang senang membaca sehingga mereka dapat menemukan hal baru berbentuk pengetahuan.

Senin, 20 Februari 2023 | 15:24 WIB
0
113
Perpustakaan Tak Terawat, Ini yang  Dilakukan Mahasisw KKN Tim I UNDIP
Proses Preservasi Perpustakaan atau Taman Baca di Desa Winduaji, Kecamatan Paninggaran

 Salah satu penyebab terjadinya kemunduran sumber daya manusia di Indonesia adalah masih rendahnya minat baca dan tidak adanya fasilitas penyedia buku seperti perpustakaan di setiap desa.

Kurangnya perhatian terhadap pentingnya keberadaan perpustakaan sebagai penunjang pengetahuan sumber daya manusia menyebabkan banyak sekali perpustakaan yang keadaannya memprihantinkan.

Salah satu perpustakaan yang masih jauh dari standart layak adalah perpustakaan adi urip di Dukuh Plumbon, WinduAji Timur.

Perpustakaan tersebut menjadi satu-satunya perpustakaan yang ada di Desa Winduaji, Paninggaran. Banyaknya warga mulai dari anak-anak hingga remaja yang mengunjungi perpustakaan tersebut maka dari itu Putri Nadia (22) dari Tim KKN I Universitas Diponegoro melakukan preservasi bahan pustaka yang ada di Perpustakaan adi urip. Preservasi bahan pustaka di lingkungan perpustakaan merupakan kegiatan yang perlu mendapatkan perhatian.

Setiap perpustakaan memerlukan konservasi bahan pustaka agar bahan pustaka lebih awet sehingga kandungan informasinya tetap terjaga dan bermanfaat bagi pengguna perpustakaan

Kegiatan preservasi mulai dilakukan pada minggu ke-5 yaitu pada tanggal 1 Februari 2023. Preservasi bahan pustaka dimulai dengan penyampulan plastik supaya bahan pustaka tidak mudah sobek, berdebu, dan basah akibat terkena cairan. Penyampulan juga dilakukan untuk menghindari kerusakan karena cuaca lembab yang terjadi hamper setiap harinya di Winduaji.

Kemudian kami juga membuat dan memasang banner agar warga lebih mengenal dan mengetahui keberadaan perpustakaan winduaji.

Selain penyampulan pada bahan pustaka, kami juga melakukan pengecatan rak dan penambahan stiker edukasi supaya tampilan perpustakaan yang awalnya tidak menarik bisa menjadi tujuan baru untuk dikunjungi oleh warga sekitar.

Dengan adanya kegiatan preservasi ini kami berharap akan lebih banyak warga yang senang membaca sehingga mereka dapat menemukan hal baru berbentuk pengetahuan dimana itu juga akan berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia yang ada di Indonesia.

***