Sosialisasi Pemanfaatan Barang Bekas dalam Meningkatkan Tingkat Kreativitas Di SD 01 Winduaji

Para siswa diminta untuk praktik membuat prakarya dengan bahan barang bekas yang telah disediakan atau dibawa dari rumah masing-masing.

Kamis, 23 Februari 2023 | 06:38 WIB
0
117
Sosialisasi Pemanfaatan Barang Bekas dalam Meningkatkan Tingkat Kreativitas Di SD 01 Winduaji
Pelaksanaan Sosialisasi dan Praktek Program Kerja Pemanfaatan Barang Bekas pada Anak - Anak SD

Desa Winduaji, Kabupaten Pekalongan (18/1) - Sampah atau barang bekas nyatanya dapat menjadi ladang untuk menghasilkan uang, salah satu contohnya adalah membuat bisnis dari kerajinan tangan daur ulang. Seperti kertas, plastik, botol dan beberapa bahan lain yang sekiranya dapat dikelola dan dikembangkan kembali.

Kerajinan daur ulang adalah kegiatan usaha kreatif dengan memanfaatkan sampah bekas untuk dikelola kembali menjadi produk yang inovatif dan bisa menambah nilai manfaat serta keindahan suatu produk yang dihasilkan.

Bisnis kerajinan dari barang bekas ini cenderung bisa dilakukan dengan atau tanpa modal sekalipun. Selain bisa menjadi peluang usaha baru, bisnis kerajinan daur ulang juga akan menyelamatkan bumi dari permasalahan sampah yang masih belum terselesaikan hingga saat ini.

Hal inilah yang coba dikembangkan oleh mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro Fahri Nugroho Ramadityo, yang sedang melaksanakan program KKN (Kuliah Kerja Nyata), di Desa Winduaji, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

Program pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pengarahan khususnya kreativitas kepada para siswa yang ada di SD Winduaji 1. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas siswa dalam mengelola barang bekas menjadi kerajinan daur ulang.

Kegiatan di SD Winduaji 1 diawali dengan perkenalan baik mahasiswa KKN maupun para siswa yang ada di kelas, kemudian penyampaian materi mengenai pengertian daur ulang, menjelaskan barang apa saja yang bisa di daur ulang, jenis-jenis sampah dan hingga bagaimana barang bekas tersebut memiliki nilai jual untuk meningkatkan minat wirausaha para siswa.

Kegiatan berlangsung lancar dan meriah, di mana siswa-siswi di sana sangat berantusias dari awal hingga akhir acara. Keramahan, kekompakan, dan keceriaan itulah yang menjadikan suasana semakin hangat dan nyaman.

Selanjutnya para siswa diminta untuk praktik membuat prakarya dengan bahan barang bekas yang telah disediakan atau dibawa dari rumah masing-masing dengan kreativitas mereka sendiri dan didampingi oleh mahasiswa KKN.

Kepala sekolah SD Winduaji 1 pun juga senang atas kegiatan yang telah diadakan di sekolah tersebut, “Sungguh menggembirakan melihat anak-anak muda menunjukkan tingkat kreativitas yang tinggi," katanya.

"Di sekolah ini kami berusaha menyediakan lingkungan yang mendorong dan memupuk kreativitas siswa kami, dan sungguh luar biasa melihat hasil dari tindakan ini." Ujar Ibu Ratna selaku kepala sekolah SD Winduaji 1.

***