Selamat Datang Esemka [1] Akhirnya Kamu Datang Juga!

Kami ingin fokus membuat mobil yang murah bagi rakyat Indonesia. Kalian tidak mau beli tidak apa-apa. Tapi jangan adili kami seolah kalian punya saham pada perusahaan kami.

Minggu, 8 September 2019 | 08:31 WIB
0
81
Selamat Datang Esemka [1] Akhirnya Kamu Datang Juga!
Presiden Jokowi dan mobil Esemka (Foto: Agus Suparto)

Selamat datang Esemka!

Akhirnya kamu datang juga. Banyak yang berpikir bahwa kamu itu cuma hoax. Ternyata kamu itu nyata dan hadir juga pada akhirnya. Sayang sekali bahwa kamu hadir dalam suasana pertarungan politik dalam negeri yang begitu sadis sehingga banyak yang mencibirmu.

Tapi tidak apa. Mbok pikir gampang opo urip ning Indonesia iku? Opo maneh nek pingin gede. Kamu harus berdarah-darah dulu agar bisa menjadi besar. Itu sudah seperti sunnatullah kayaknya.

Apakah kamu mobnas? Ternyata bukan.

Presdir PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), Eddy Wirajaya, sendiri yang menegaskan bahwa Esemka murni perusahaan swasta.

"Kami adalah perusahaan swasta nasional yang 100 persen dimiliki swasta dan kami bukan mobil nasional seperti yang dipahami orang selama ini. Lebih tepatnya mobil buatan Indonesia karya anak bangsa sendiri," demikian katanya. 

Saya sampai ndlahom berupaya untuk memahami beda antara ‘mobnas’ dan ‘mobil buatan Indonesia karya anak bangsa sendiri’. Dulu saya pikir kalau mobnas ya mobil buatan Indonesia karya anak bangsa sendiri. Ternyata bukan. Sakjane mobnas iku opo sih…?! Dan mengapa ESEMKA tidak mau disebut sebagai mobnas? 

Ternyata ada sebabnya. Rupanya ESEMKA lama-lama gerah juga dijadikan obyek pertarungan politik nasional dan mereka ingin keluar dari gelanggang pertarungan tersebut. “Gak mobnas-mobnasan gak petheken..! Sing penting ojok ngriwuki aku. Leave me alone,” begitu kira-kira ungkapan kejengkelan mereka. 

Lha gimana gak brebeken kuping mereka kalau setiap hari diriwuki para politikus nyinyiers dengan para bolo tawurnya. Setiap hari mereka diejek dan dituding sebagai ‘ploduk aseng’ yang hijrah ke Indonesia. Lha wong saya sering dikira mirip Brad Pitt aja lama-lama kok ya grisenen. Sesekali mbok ya Harvey Malioholo gitu lho... 

"Mohon maaf, Pak Jokowi. Saya mau tanya, kok mobil Esemka yang pabriknya diresmikan kemarin mirip dengan mobil produk China alias Tiongkok?" demikian kata Andre Rosiade, politikus Partai Gerindra kepada wartawan. Andre Al-Nyinyir ini menyindir Esemka adalah mobil rakitan dari Tiongkok lalu dikasih merek Esemka.

Tentu saja ini membuat pemerintah jengkel. Ngabalin bahkan menantang DPR memanggil pemerintah untuk menjelaskan soal mobil Esemka agar tidak ada lagi kesimpangsiuran terkait mobil Esemka ini.

"DPR kan punya fungsi kontrol kepada pemerintah, jangan berteriak-teriak seperti gelandangan di tengah jalan, nggak usah, panggil aja pemerintah ke DPR. Jadi panggil aja ke DPR, susah banget. Ada kan regulasinya itu," tegasnya.

Bukan hanya individu yang nyinyir, bahkan PAN juga ikut menanggapi. PAN menilai polemik soal mobil Esemka ini harus segera diakhiri dengan meminta pihak PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) menjelaskan detail soal produksi Esemka.

"Polemik soal mobil Esemka ini harus diakhiri. Harus dimulai dari keterbukaan pihak manajemen mobil Esemka. Mereka perlu menjelaskan berbagai hal terkait produksi mobil Esemka tersebut. Pihak manajemen dituntut untuk menjelaskan investor yang terlibat, tenaga ahli yang bekerja, sistem distribusi dan pemasaran, serta hal-hal lain yang perlu diketahui masyarakat. Tidak ada yang salah dalam memproduksi mobil Esemka tersebut. Tetapi tentu rasa ingin tahu masyarakat harus juga disahuti," kata Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Sabtu (7/9).

"Mungkin karena sudah lama ditunggu-tunggu, akhirnya ada pertanyaan-pertanyaan bernada ingin tahu dari masyarakat. Sebagai calon konsumen, masyarakat tentu punya hak untuk mendapatkan informasi. Lagian, tidak perlu ada yang ditutup-tutupi dalam setiap pekerjaan yang diyakini dan dinilai baik," sambungnya.

Baca Juga: Esemka, Tetes Keringat Putra Indonesia

Serangan PAN ini membuat gerah dan heran Golkar. Menurut Golkar, seharusnya peluncuran mobil produk dalam negeri disambut dengan baik, bukan sebaliknya. "Mereka ini maunya apa sih? Presiden Jokowi memenuhi harapan rakyat untuk mendorong mobil berbasis pada industri dalam negeri kok masih nyinyir. Memang kalau orang yang tidak punya prestasi ya hanya bisa nyinyir dan sinis," kata Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily. 

Akhirnya pertengkaran mereka mengisi media sosial kita dengan hawa kebencian pada satu sama lain yang tidak ada habis-habisnya.

Siapa yang bisa bekerja dengan baik kalau setiap hari dijadikan santapan isu dan fitnah? Lalu urusan apa kok ESEMKA harus datang ke DPR untuk menjelaskan apakah dia ‘ploduk aseng’ atau bukan, seberapa ‘aseng’ komponennya, siapa saja investor yang terlibat, berapa orang dan siapa saja tenaga ahli yang bekerja, bagaimana sistem distribusi dan pemasaran, bagaimana bentuk spionnya, busa apa yang dipakai untuk joknya, logo ESEMKAnya bikin sendiri atau nembak, apakah bannya benar-benar bulat atau agak benjol sedikit, serta hal-hal lain yang ingin dinyinyiri oleh para nyinyiers. 

Lha daripada meladeni wong-wong gak beres itu ya memang lebih baik ditegaskan saja, “Aku ini BUKAN MOBNAS, Cuk…!”. Maksudnya, kamu tidak punya hak apa pun untuk nyinyier, apalagi dengan mengatasnamakan negara. ESEMKA ini perusahaan swasta murni dan Pemerintah tidak ada saham samasekali di sini. Jokowi, atas nama Pemerintah, hanya meresmikan berdirinya pabrik mobil yang merupakan mobil buatan Indonesia karya anak bangsa sendiri.”

Sekarang, menyingkirlah dari hadapan kami. Carilah kehidupan sendiri. Urusi anak bojomu baik-baik. Kami ingin fokus membuat mobil yang murah bagi rakyat Indonesia. Kalian tidak mau beli tidak apa-apa. Tapi jangan adili kami seolah kalian punya saham pada perusahaan kami. Nehi…! 

Kalau katanya orang Surabaya, "Wis gak ngewangi, kakehan cangkem.

(Bersambung)

Surabaya, 8 September 2019

Salam, Satria Dharma

***