Jejak Digital TGB yang Bisa Ditelesuri Kembali, Silakan Nilai Sendiri!

Sabtu, 7 Juli 2018 | 02:59 WIB
0
44
Jejak Digital TGB yang Bisa Ditelesuri Kembali, Silakan Nilai Sendiri!

Saya menahan diri untuk tidak cepat menanggapi pernyataan Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi  yang mendukung Jokowi 2 priode. Saya khawatir dalam kolom komentar akan terjadi perang saudara. Proganti Presiden 'kan bermacam karakternya. Ada yang galak, ada yang sedang, ada yang lembut.

Latar belakangnya juga berbeda. Ada yang agamis, ada yang nasionalis, ada yang berkumis, ada yang manis, ada yang sinis, atau perpaduan dengan segala macam variannya. Saya termasuk yang berkumis dan berjenggot tipis. Kalau senyum lumayan manis walaupun saat senyum sinis.

Seperti halnya saya menerima kedatangan Anies yang dulu saat kampanye buat Jokowi lumayan sinis. Dalam kampanye 'kan itu hal lumrah saja. Saya juga biasa-biasa saja “melepas kepergian” TGB yang bernilai politis. Dalam politik tidak ada yang aneh.

Dulu teman, sekarang berseberangan. Dulu saling sindir, sekarang sering mampir. Salah satu hal yang membedakan adalah jejak digital. Kita bisa membandingkan ucapan yang dulu dengan yang sekarang.

Menelusuri jejak digital TGB, dia selalu menjaga ucapannya agar tidak menyinggung siapa pun. Tidak menyinggung pro Jokowi, tidak juga menyinggung pro Prabowo.

Sepanjang urusan 2019, dia juga tidak terang-terangan ingin berada di kubu siapa sampai akhirnya menentukan pilihannya ke pro Jokowi.

Dengan kata lain, sebenarnya dia bukan pergi meninggalkan kita. Cuma kita yang merasa dia pergi meninggalkan kita, padahal sepanjang urusan 2019 dia tidak pernah tinggal di kampung kita, cuma kita yang berharap banyak hingga menganggap dia warga kampung kita karena saking seringnya dia berdiri di mimbar kampung kita.

Pada titik ini, saya memaklumi bagi Proganti Presiden yang agamis, seakan-akan dia pergi meninggalkan kita, padahal dia baru saja menentukan mau pergi ke mana.

Dari jejak digital itu saya yakin, TGB tidak akan berubah. Sekarang di sana dia inysa Allah tidak akan memusuhi kita sebagaimana dia tidak memusuhi siapa pun. Dia hanya menjalankan yang dia yakini sebagai jalan yang terbaik tanpa menuding jalan lain sebagai jalan yang tersesat.

Di luar soal TGB, Sebagai Proganti Presiden yang berkumis dan berjenggot tipis, saya tidak peduli seberapa banyak teman-teman saya menyeberang. Kalau pun harus sendirian, saya tetap pada pilihan saya, #2019GantiPresiden.

***