Wacana

Jangan Pakai Agamaku untuk Alasan Membunuh!

Agama, Terorisme, Bom Bunuh Diri, Mako Brimob, Surabaya, Headline,
Melawan terorisme (Foto: Liputan6.com)
Terorisme bermula dari sikap intoleransi: tidak dapat menerima perbedaan, memaksakan kehendak dan menolak keberagaman kita.

Sejak tanggal 8 Mei 2018 kemarin, berbagai berita, meme, foto, bahkan liputan live dari dalam Mako Brimob memperlihatkan kebiadaban teroris menyiksa dan membunuh polisi.

Sedih sekali melihat agamaku dipakai para bajingan2 teroris untuk menyiksa dan membunuh lima polisi-polisi muda dengan cara yang sangat biadab 😭. Mereka yang gugur itu adalah pahlawan bangsa. Bajingan-bajingan teroris itu hanya makhluk rendah yg merampas agamaku, negeriku, kemerdekaanku. Mereka tidak layak disebut orang Indonesia, mereka tidak layak disebut umat Islam.

Peristiwa ini juga membangunkan kita, bahwa terorisme, walaupun kelompoknya sudah dibubarkan, ideologinya tetap ada dan merupakan sel tidur yang bisa bangun kapan saja.

Itu sebabnya ideologi terorisme harus diberantas sampai akarnya. Terorisme bermula dari sikap intoleransi: tidak dapat menerima perbedaan, memaksakan kehendak dan menolak keberagaman kita. Melawan terorisme harus dimulai dari melawan intoleransi. Melawan inteloransi harus dimulai sejak kecil, dari pendidikan keluarga dan sekolah.

#KamiBersamaPOLRI.

Kulihat ibu pertiwi
Sedang bersusah hati
Air matanya berlinang
Mas intannya terkenang
Hutan gunung sawah lautan
Simpanan kekayaan
Kini ibu sedang lara
Merintih dan berdoa

Kami yang mencintai Indonesia.

***

Baca Juga:  Masalah Sandera Kita di Filipina Selatan Yang Tak Pernah Usai