Wacana

Bakal Cawapres Jokowi dari Partai Setan Non Fiksi

Amien Rais, Partai Setan, Partai Tuhan, Pilpres 2019, Headline
Presiden Jokowi (Foto: Ividinteractive.com)
Berbekal imajinasi yang tak bisa dibendung, mereka lebih siap menghadapi Pilpres2019, tentunya dengan cara mengembangkan imajinasi fiksi jadi Presiden.

Canon politik Amien Rais memang moncer. Begitu dia menembakkan peluru berisi amunisi dikotomi Partai Allah dan Partai Setan, semua orang gelagapan. Padahal belum lama masyarakat terguncang tembakan canon Rocky Gerung berisi peluru “Kitab suci itu Fiksi”.

Kelakuan publik relatif sama. Mungkin sudah SOP nya begitu. Ada yang lari terbirit-birit ke jamban karena mules. Ada yang bereaksi menembak balik secara membabi buta. Ada pula yang bangun tidur dengan kalem langsung ambil gadget bikin status lucu di medsos. Entah, tulisan ini masuk kategori yang mana. Sampai sekarang masih diteliti setan.

Canon Amien Rais secara langsung atau tidak langsung mengklaim kelompoknya adalah partai Allah, sedangkan kubu Jokowi merupakan partai setan. Di saat relatif tak lama berselang, Rocky Gerung rekan satu kontingen Amien Rais pada Pilpres2019, menembakkan canon ‘kitab suci merupakan fiksi’.

Semakin jelas dan kokoh bahwa partai Allah versi Amien Rais itu tak lebih fiksi semata. Bagaimana pun, partai Allah berlandaskan kitab suci, bukan kamus bahasa, apalagi buku resep masakan emak-emak.

Pada klaimnya tersebut beruntunglah kelompok Amien Rais. Berbekal imajinasi yang tak bisa dibendung, mereka lebih siap menghadapi Pilpres2019 Games nanti. Tentunya dengan cara mengembangkan imajinasi fiksi jadi Presiden. Ketika imajinasi itu didapatkan maka jadilah kelompok mereka pemimpin negeri ini. Siapa presidennya? Kemungkinan Prabowo, sang penerima mandat. Mantap!

Sampai pada tahap itu, lebih dari separuh jalan telah mereka lalui. Anggota kelompok partai Allah di bawah pengaruh ketokohan Amies  Rais telah lebih awal memenangkan tahapan pertarungan Pilpres2019 games.

Sebenarnya kalau mau, mereka bisa langsung melakukan gladi resik pelantikan presiden di gedung DPR-MPR. Tapi berhubung panitia belum dibentuk dan buku panduan pelantikan belum dibuat pihak sekretariat DPR-MPR, maka gladi resik belum bisa dilakukan.

Selain itu mereka harus terlebih dahulu ke tukang jahit Aseng Tailor untuk ukur baju seragam dan menghubungi Asing Beauty Salon untuk dandan kedua mempelai presiden/wakil presiden fiksi partai Allah.

Semua itu bisa dilakukan dengan landasan fiksi partai Allah yang  imajinatif.

Kubu Amien Rais  berbeda dengan kubu Jokowi. Kubu Jokowi merupakan partai setan, dan bukanlah fiksi. Mereka memang kumpulan setan pekerja yang sungguh bekerja secara nyata untuk negeri ini.

Baca Juga:  Melihat dari Dekat Partai Setannya Amien Rais

Tak ada ruang dan waktu apalagi kesempatan larut dalam fiksi. Takdir mereka bukanlah fiksi, tapi realitas. Mau tak mau harus berkeringat. Mungkin sudah dari sono nya setan itu lebih “sengsara” dibandingkan malaikat, apalagi Tuhan. Tak mengapa, yang penting rakyat merasakan hasil dari kesetanan mereka.

Untuk menghadapi Pilpres2019 Games, kubu Jokowi harus bersusah payah. Bagaimana tidak? Mereka harus dapatkan wakil presiden berjenis setan juga, yakni tokoh yang mau bekerja secara kesetanan.

Parameternya jelas, bukan fiksi. Prestasi calon wakil presiden ini bukanlah orang yang cuma saban waktu nongkrongin medsos atau tukang berkoar-koar di media masa hanya menyuarakan fiksi, melainkan karya nyata pada masyarakat selama 4 tahun atau lebih.

Begitulah sakitnya kubu Jokowi yang bukan dari kaum fiksi partai Allah. Tapi mereka berbesar hati. Tak ada kata sesal demi yang terbaik bagi rakyat negeri ini.

***

Editor: Pepih Nugraha