Gaya

Sejarah Catur Dunia (11): Rubinstein dan Capablanca

Sejarah, Catur, Jose Raul Capablanca, Akiba Rubenstein, Headline
Akiba Rubinstein (Foto: Chessnognac.com)
Partai Rubinstein paling termasyur adalah saat melawan Rotlevi di Lodz 1907 di mana Rubinstein menunjukkan arti penting tempo dalam posisi simetris.

Pecatur muda lain yang banyak meraih sukses di awal abad XX ini selain Schlechter adalah Geza Maroczy asal Hongaria. Maroczy memenangkan 5 turnamen dan keluar sebagai runner-up dalam 5 turnamen lainnya dalam rentang tahun 1902-1908. Tahun 1906 dia sudah menyepakati rencana dwilomba untuk menantang Lasker, namun akhirnya tidak terlaksana.

Setelah itu dia berhenti dari dunia catur, walau kemudian sempat aktif kembali setelah Perang Dunia I. Maroczy juga dikenal sebagai pelatih juara dunia wanita yang pertama, Vera Menchik. Maroczy sangat menekankan ciri strategis dan posisional dalam permainan-permainannya.

Namun ciri strategis ini lebih menonjol lagi pada permainan Rubinstein. Akiba Rubinstein berasal dari Polandia (lahir tahun 1882) namun kemudian tinggal di Antwerp, Belgia. Rubinstein dikenal sebagai seorang perfeksionis dan pemain raksasa dalam permainan akhir. Berlawanan dengan Lasker, Rubinstein bermain amat tenang dan sederhana, namun pada permainan terbaiknya, kemenangan bagi Rubinstein seolah tak dapat dihindari.

Dr. Fine berkomentar tentang Rubinstein: “Dalam banyak permainan akhir Rubinstein orang kian tergairah oleh perfeksinya yang klasik, sehingga orang terpaksa mengatakan: Catur yang lebih baik tak dapat dimainkan oleh manusia!”

Ada pula yang berpendapat bahwa Rubinstein adalah pecatur terkuat di antara pecatur-pecatur yang tak pernah menjadi juara dunia! Tingkat permainan yang demikian tinggi dapat dicapai oleh Rubinstein walaupun -berlainan dengan sebagian besar pecatur lain- Rubinstein baru mengenal permainan catur pada usia 19 tahun dan baru menekuni catur secara serius beberapa tahun kemudian!

Partai Rubinstein yang paling termasyur adalah partai Rotlevi – Rubinstein, Lodz 1907, dimana Rubinstein menunjukkan arti penting tempo dalam posisi simetris. Dalam posisi simetris kehilangan tempo yang pertama kali bagi Putih mengakibatkan Hitam mencapai keseimbangan, kehilangan tempo yang kedua kalinya mengundang sebuah serangan yang brilian, menghancurkan, dan logis dari Rubinstein.

Menurut perhitungan elo mundur, Rubinstein adalah pecatur nomor satu dunia dalam periode 1912-1914, namun bertahun-tahun dia tidak berhasil mendapatkan sponsor untuk menantang Lasker. Ketika akhirnya sponsor diperoleh dan jadwal kejuaraan dunia ditetapkan di tahun 1914, Perang Dunia I terlanjur pecah dan membatalkan semua rencana.

Namun perfeksionis terbesar bukanlah Rubinstein, melainkan sang anak ajaib dari Kuba: José Raúl Capablanca y Graupera.

Capablanca dilahirkan di Havana pada tahun 1888, sejak masa kecilnya ia telah menunjukkan bakat besar bermain catur (dalam sebuah partai yang dimainkannya pada usia 4 tahun ia telah menunjukkan permainan yang tenang dan dingin!). Pada usia 13 tahun ia telah berhasil memenangkan dwilomba melawan Corzo, juara Kuba. Pada tahun 1909 di luar dugaan ia pun membantai juara Amerika Serikat, Frank Marshall, dalam dwilomba.

Baca Juga:  Kepemimpinan Primitif di Abad 21
José_Raúl_Capablanca_(Foto: Wikipedia.org)
José_Raúl_Capablanca_(Foto: Wikipedia.org)

Pada tahun 1911 diadakan turnamen di San Sebastian yang khusus diperuntukkan bagi pecatur-pecatur yang telah meraih sukses dalam turnamen-turnamen. Namun Capablanca yang belum memenuhi syarat itu diikutsertakan atas desakan Marshall, walaupun sebagian peserta tidak setuju.

Namun Capablanca membuktikan kelayakannya dengan menjuarai turnamen itu dengan permainan yang mengagumkan, dalam turnamen ini ia hanya kalah sekali yaitu dari Rubinstein. Sejak saat itu nama Capablanca mulai dikenal dan ditakuti di Eropa.

Capablanca bekerja sebagai duta keliling bagi Kuba setelah ia lulus dari Universitas Columbia di Amerika Serikat. Sebagai diplomat Capablanca sering bepergian di segala penjuru dunia sekaligus untuk bermain catur.

Capablanca sungguh seorang jenius di lapangan catur karena ia dapat meraih sukses-sukses besar seolah tanpa persiapan yang memadai — ia selalu bermain catur dengan santai. Permainannya juga menunjukkan kesederhanaan dan kejelasan, dengan penguasaan posisional yang hebat.

***

Tulisan sebelumnya:

Sejarah Catur Dunia (10); Janowski dan Karl Schlechter