Komunikasi Jalaluddin Rakhmat

Kang Jalal baru saja berpulang. Dunia komunikasi, dunia pemikiran Islam, juga saya pribadi, berutang banyak pada Kang Jalal.

Senin, 22 Februari 2021 | 13:13 WIB
0
26
Komunikasi Jalaluddin Rakhmat
Jalaluddin Rakhmat (Foto: Media Indonesia)

Semua yang berkecimpung dalam dunia komunikasi kiranya mengenal Jalaluddin Rachmat. Kang Jalal kita kenal sebagai pakar komunikasi, juga dosen komunikasi Universitas Pajdajdaran, Bandung.

Kang Jalal menulis banyak buku komunikasi, antara lain 'Retorika Modern,' 'Metode Penelitian Komunikasi,' dan 'Psikologi Komunikasi.' Sebagai mahasiswa ilmu komunikasi, saya membaca tuntas buku-buku itu.

Psikologi Komunikasi kiranya buku paling fenomenal karya Kang Jalal di bidang komunikasi. Bukan cuma mahasiswa komunikasi atau psikologi, mahasiswa jurusan lain dan masyarakat umum membacanya. Konon, bila Kang Jalal memberi kuliah 'Psikologi Komunikasi' di Unpad, mahasiswa lain, termasuk mahasiswa kedokteran, ikut nimbrung. Banyak dokter membaca buku itu untuk belajar bagaimana berkomunikasi dengan pasien.

Siapa pun yang mengikuti perkembangan pemikiran Islam, tak afdol rasanya bila tak mengikuti pemikiran Kang Jalal. Kang Jalal menuangkan pemikirannya tentang Islam dalam banyak buku.

Saya mempunyai beberapa, yakni 'Islam Aktual', 'Islam Alternatif', 'Islam dan Pluralisme', 'Jalaluddin Rachmat Menjawab Soal-soal Islam Kontemporer.'

Pemikirannya tentang Islam menarik, melawan arus. Kebanyakan muslim percaya dengan hadis yang menyebutkan Islam terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya satu golongan yang benar. Kang Jalal, dalam buku 'Islam Aktual', mengatakan bunyi hadis itu keliru; yang betul 'Islam terpecah menjadi 73 golongan dan hanya satu golongan yang salah; satu golongan yang salah itu ialah yang merasa paling benar.

Saya mengukuti bedah buku 'Islam Aktual' di IAIN Sumatra Utara, Medan, pada 1990-an. Di situlah pertama kali saya berjumpa langsung Kang Jalal. Sebagai wartawan Republika, saya pernah mewawancainya secara khusus pada 1999. Ketika saya menjadi Manager Current Affairs Metro TV, kami mengundangnya menjadi nara sumber untuk program Today's Dialogue.

Baca Juga: Kang Jalal, Beras Dua Ton dan Uang Kontrakan

Banyak orang pandai bicara, tapi tak piawai menulis. Banyak yang pandai menulis, tapi tak pintar bicara. Kang Jalal satu dari segelintir orang yang kemampuan berbicaranya sehebat kemampuan menulisnya.

Karena banyak membaca tulisan Kang Jalal, saya merasa cara menulis saya banyak dipengaruhinya. Kang Jalal dalam tulisannya senantiasa memberi contoh kongkret untuk membuat orang paham. Gaya memberi contoh ini yang saya "curi" dari Kang Jalal.

Kang Jalal baru saja berpulang. Dunia komunikasi, dunia pemikiran Islam, juga saya pribadi, berutang banyak pada Kang Jalal.

***