Marsekal Purn Djoko Suyanto, Anak Kolong Maospati Madiun

Ketum PPAU kini mengordinir para purn lansia (60 tahun keatas) dari TNI AU (580 orang), besok Selasa (2/3/2021) akan di vaksinasi di Halim.

Senin, 1 Maret 2021 | 09:46 WIB
0
120
Marsekal Purn Djoko Suyanto, Anak Kolong Maospati Madiun
Saya dan Djoko Suyanto (Foto: Dok. Pribadi)

Setelah menulis artikel , Jenderal Pol Lystio Sigit anak kolong Maguwo menjadi Kapolri, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, anak kolong Lanud Abdulrahman

saleh menjadi Panglima TNI, dalam seri lanjutan ini ada fakta menarik bahwa Marsekal Purn Djoko Suyanto juga anak kolong Maospati Madiun.

Berbicara anak kolong, ada bermacam pendapat, dahulu ada geng di komplek- komplek militer, yang terkenal di Jakarta, seperti geng di Halim, Berland dan geng Siliwangi. Menurut predikat masa lalu anak kolong itu suka berkelahi, ditakuti, tetapi menurut mantan Presiden SBY sebagai "anak kolong" justru menjadi kebanggaan. "Saya bangga sebagai 'anak kolong'," kata Presiden Yudhoyono saat membuka Musyawarah Nasional Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI)di Caringin, Bogor, Jabar, Jumat (28/11/2008) malam.

Kebanggaan itu, kata SBY karena sejak dini di lingkungan TNI-Polri dan juga keluarganya sudah ditanamkan nilai-nilai pluralisme dalam arti tidak membeda-bedakan suku, ras, agama dan antar golongan.

Di keluarganya sudah tiga generasi menjadi anggota FKPPI. "Ayah saya seorang TNI yang telah mengabdi 30 tahun. Istri saya pun ayahnya seorang TNI. Bila FKPPI sudah terbentuk sebelum 1973, tentunya saya akan menjadi anggotanya," katanya, yang disambut tepuk tangan peserta Munas. FKPPI terbentuk pada 1978 dan pada 1973 Yudhoyono lulus Akademi Militer di Magelang dan menjadi perwira TNI. Ia menambahkan, anaknya yang kedua pun, Edi Baskoro menjadi anggota FKPPI.

Djoko Anak Kolong Maospati yang Berprestasi

Penulis cukup mengenal Marsekal Purn Djoko Suyanto (AAU 1973) sejak ia menjadi penerbang tempur F-5E Tiger, karena seniornya Marsdya Pur Suprihadi (AAU 1972) adalah adik ipar dari penulis, keduanya sama-sama menjadi penerbang F-5 di Lanud Iswahyudi (fighter home base).

Djoko Suyanto kini menjadi Ketua Umum PPAU, sebelum pensiun pernah menduduki jabatan hebat sebagai Kasau, Panglima TNI dan Menkopolhukam. Penulis tahun 1990 lebih mengenalnya karena bersama-sama mengikuti pendidikan Seskoau Angkatan-26 selama 11 bulan di Lembang, dan terus bersama satu sindikat hingga lulus. Bersamaan juga di satu angkatan Seskoau itu, Marsekal Purn Herman Prayitno (AAU 1973) mantan Kasau dan Dubes RI di Malaysia yang tahun 1990 masih berpangkat Letkol.

Djoko Suyanto penulis nilai sebagai salah satu perwira yang smart dan handal baik sebagai penerbang tempur maupun pengetahuan managerial dan leadership. Ia bersama ipar penulis Letkol Pnb Suprihadi pernah sama-sama ikut pendidikan Top Gun di Amerika. Sejak pamen Djoko terlihat memiliki karakter kepemimpinan yang baik, loyal, bijak, smart. Ia juga pemusik, golfer handal (single handicap), dan organisatoris. Saat Sesko penulis pernah membuat prediksi sense of intelligence, bahwa suatu saat ia akan menjadi salah satu pemimpin di TNI AU (Kasau), ternyata ia sukses dan kemudian menjadi Panglima TNI dan bahkan Menkopolhukam.

Latar Belakang Keluarga

Marsekal Pur Djoko Suyanto dilahirkan di kota Madiun, ayahnya adalah Mayor AU Purn N Suparno (Alm), bertugas di satuan terakhir Bengkel Mesin Lanud Iswahhudi. Suparno lahir di desa Giripurno Kec Gorang Gareng Magetan th 1919, lulus Sekolah Tehnik di Madiun umur 17 tahun, akhir tahun 1930 an, bekerja sbg tenaga honorer bagian mesin di Pangkalan AU Belanda Maospati. Th 1942 saat Jepang masuk dan Belanda menyerah, Pangkalan Maospati di ambil alih oleh Jepang dari AU Belanda. Suparno tetap bekerja di Pangkalan Maospati sampai Jepang menyerah th 1945.

Pasca proklamasi th 1945, AURI terbentuk pada tgl 9 April 1946, berdasarkan seleksi, mereka yg bekerja di pangkalan Maospati, sejak jaman Belanda dan Jepang langsung menjadi anggota organik AURI dg nrp 46.....

Selama Agressi militer belanda pertama, seluruh anggota Pangkalan AU Maospati, ikut bergerilya, mengungsikan mesin-mesin yang ada di pangkalan ke lereng gunung Lawu. Dari sini almarhum memperoleh anugerah Bintang Gerilya.

Djoko Suyanto lahir tahun 1950 di kota Madiun, kemudian ikut boyongan Ayahnya yang pindah tugas ke Pangkalan Andir Bandung. Pada tahun 1957 pindah dan kembali lagi ke satuan bengkel mesin Pangkalan Iswahjudi (diresmikan th 1960)
Th 1973, Djoko Suyanto dilantik pres Suharto menjadi Letda, bertepatan ayahnya N Suparno menjalani MPP. Selama MPP Mayor Suparno diberi tugas mengelola unit bengkel dan penggergajian kayu Koperasi Lanud Iswahyudi.

Pada tahun 1975, Djoko dilantik menjadi Letda Pnb, dan Suparno pensiun penuh dengan pangkat terakhir Mayor Purn. Suatu kebahagiaan bagi Mayor Pur Suparno, masih menyaksikan saat anak kebanggaannya ini dilantik menjadi Komandan Skadron 14 (F-5 Tiger) tahun 1990, Komandan Lanud Jayapura tahun 1992, Komandan Lanud Iswahjudi th 1997 dan Pangkosek Hanudnas satu tahun 1999.
Suparno wafat pada tahun 2000 saat Djoko menjabat Pangkosek satu Halim Perdanakusuma.

Catatan :

Dari dua seri tulisan tentang anak kolong yang sukses menempuh karier, terlihat bahwa pendidikan dan pewarisan para orang tua di kompleks militer akan membawa pengaruh besar bagi masa depan si anak. Seperti dikatakan oleh Pak SBY, sejak dini di lingkungan TNI-Polri dan juga keluarganya sudah ditanamkan nilai-nilai pluralisme dalam arti tidak membeda-bedakan suku, ras, agama dan antar golongan. Wawasan anak kolong dilatih luas, loyal dan jauh dari fanatisme sempit.

Sebagai penutup I'm proud of you Sir, terima kasih masih berkenan ngurusi Perhimpunan Purnawirawan TNI AU (PPAU). Saat ini niatnya, selain mendukung keinginan Presiden Jokowi menangani pandemi Covid-19 untuk mencapai satu juta penduduk per hari yang divaksin, ia juga membantu nenyelamatkan para Old Soldier.

Ketum PPAU kini mengordinir para purn lansia (60 tahun keatas) dari TNI AU (580 orang), besok Selasa (2/3/2021) akan di vaksinasi di Halim.

Marsda TNI (Pur) Prayitno Wongsodidjojo Ramelan, Pengamat Intelijen.

***