Mengenang Ani Yudhoyono [1] Kepergok Makan Durian, Dilarang Makan Ikan Bakar

Ani Yudhoyono mengakui sempat ada rasa jengkel karena akhirnya cuma menyantap hidangan non ikan.

Selasa, 11 Juni 2019 | 08:27 WIB
0
221
Mengenang Ani Yudhoyono [1] Kepergok Makan Durian, Dilarang Makan Ikan Bakar
Ani Yudhoyono (Foto: Okezone.com)

Seperti Presiden, setiap Ibu Negara juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Di awal menjadi Ibu Negara, Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono mengaku sempat merasa letih membayangkan hal-hal yang harus dilakoninya.

Beruntung hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatannya ternyata dalam kondisi prima. Tak ada penyakit yang mengkhawatirkan.

Baca Juga: Ani Yudhoyono, "Saya Pasrah, tetapi Saya Tidak akan Pernah Menyerah"

“Cuma diketahui tensi saya cenderung mudah naik,” kata Ani dalam buku “Ani Yudhoyono: 10 Tahun Perjalanan Hati” yang ditulis Alberthiene Endah dan dirilis ke publik, 9 Juli 2018.

Meski terkesan ‘sepele’, nyatanya Tim Dokter Kepresidenan memberikan pengawasan khusus kepada dirinya. Ada sejumlah obat dan vitamin yang harus rutin diminum. Aturan lain tentu saja merembet ke soal makanan dan mengurangi garam.

Ironisnya, makanan yang dilarang untuk dikonsumsi adalah kesukaannya seperti durian, sate kambing, macam-macam penganan dari santan.

Dalam momen-momen tertentu Ani mengaku suka merindukan makanan yang masuk dalam daftar larangan. Terkadang dia tak tahan untuk mencomot ini-itu. Sesekali dia memesan makanan dari luar, seperti bakmi, ayam goring, fast food, sate. Jika ketahuan dokter dia akan berkelit, “Kali ini saja kok, Dok.”

Sekali waktu Ani dan SBY pernah kepergok tengah menyantap durian oleh tim dokter yang akan memeriksa darah dan urinenya. Keduanya langsung tertawa. “Waduh Dok, besok-besok sajalah. Kami baru saja makan durian, pasti jelek hasilnya. Boleh ya, Dok…”

Baca Juga: Ibu Ani [1]

Tapi di kali lain, Tim Dokter tak mengenal kompromi. Mereka berkolaborasi dengan Tim Paspampres dan pemeriksa hidangan. Alhasil, ikan bakar dengan bumbu khas yang sangat lezat yang dihidangkan dalam kunjungan ke suatu daerah batal disantapnya.

Ani cuma bisa menelan ludah. Sejenak ia berusaha menawar agar diizinkan mencicipi barang sedikit. Tapi mereka kompak menggeleng.

Rupanya terdeteksi ada kandungan merkuri pada ikan-ikan tersebut. Jadi, tega gak tega mereka harus menyingkirkan makanan itu. Dia mengakui sempat ada rasa jengkel karena akhirnya cuma menyantap hidangan non ikan.

“Sebetulnya, dipikir-pikir ya harusnya saya berterima kasih. Bayangkan, ikan dengan kandungan merkuri, bukankah itu memang berbahaya?”

(Bersambung)

***