Fuad Hasan Masyhur, Pemilik Maktour

Saya mendengar dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, pengajuan visa umroh dari Indonesia untuk bulan Ramadan ini mencapai 1 juta paspor!

Jumat, 22 April 2022 | 19:01 WIB
0
159
Fuad Hasan Masyhur, Pemilik Maktour
Saya dan Pak Fuad (Foto: dok. Pribadi)

Selepas Jumatan hari ini di Masjidil Haram, kami bertemu di satu pojok musala hotel. "Saya baru tahu tadi kalau Tomi ikut ke sini," katanya. 

Namanya Fuad Hasan Masyhur. Dialah pemilik Maktour, biro perjalanan haji dan umroh yang terdepan di tanah air. Dan saya kali ini menjadi jamaahnya. Tapi sesungguhnya saya sudah lama mengenal lelaki berkulit gelap dan tak banyak bicara ini. 

Fuad adalah orang yang begitu pandai berkawan. Pergaulannya terentang luas hampir di semua golongan di tanah air. Ia nyaris dianggap keluarga oleh alm. Soeharto dan anak-anaknya, dulu kerap wara-wiri dengan Amien Rais, sangat akrab dengan Megawati Soekarnoputri, dan juga salah satu sahabat baik Jusuf Kalla. 

Apalagi Aburizal Bakrie yang malah menganggapnya malaikat penolong. Ceritanya, saat krisis ekonomi mendera Indonesia -- dunia bisnis terpuruk, nilai tukar rupiah yang turun drastis dari 2.000 rupiah per dolar jadi 16.000 -- dan hutang para pengusaha berlipat ganda, kelompok usaha Bakrie ikut sempoyongan. "Harta saya bukan hanya habis tetapi malah negatif. Saat itu saya lebih miskin daripada pengemis yang paling miskin sekali pun," katanya Aburizal Bakrie suatu ketika.

Saat itulah, Fuad datang mengulurkan tangan nan tak terbayangkan. "Ia membantu dengan uang tunai. Tanpa jaminan!" kata Aburizal. Fuad meminjamkan uangnya -- tunai, mungkin tanpa kuitansi -- ratusan miliar rupiah. Sejak itu, Aburizal dan Fuad adalah dua kawan seiring nan tak terpisahkan.  

Begitulah. Fuad boleh dikata contoh pengusaha tahan banting yang merintis usahanya dari jenjang terbawah. 

Fuad pada mulanya hanya berjualan tiket, lalu mendirikan biro haji dan umroh bernama Maktour. Setelah Tiga Utama terjungkal oleh terpaan krisis moneter di tahun 1998, Biro Perjalanan Haji Maktour milik Fuad kemudian menjadi yang terbesar di tanah air. 

Selama pandemi berlangsung, Maktour dan biro-biro umroh lainnya sempat tiarap. Begitu keran perjalanan ke Arab Saudi dibuka lagi, usaha-usaha umroh di Tanah Air kembali menggeliat. Saya mendengar dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, pengajuan visa umroh dari Indonesia untuk bulan Ramadan ini mencapai 1 juta paspor!

Hari ini, selepas Jumatan di Masjidil Haram, saya kembali bertemu Fuad. Dia masih seperti yang dulu. Akrab dan bersahaja, walau kami sungguh berbeda: ia pemilik Maktour dan saya hanya anggota jamaahnya.

***