Wahai Capres dan Cawapres, Jangan Terlalu Obral Janji kepada Rakyat!

Kamis, 29 November 2018 | 09:31 WIB
0
36
Wahai Capres dan Cawapres, Jangan Terlalu Obral Janji kepada Rakyat!
Jokowi dan Sandiaga (Foto: RiauSky.com)

Calon pasangan presiden dan wakil presiden, baik pasangan Nomor 01 dan Nomor 02, Jokowi maupun Prabowo, seringkali terkesan bombantis dalam janji kampanye-nya. Ada kesan semua keinginan masyarakat ingin dipenuhi, sekalipun tidak mudah untuk merealisasikan janji tersebut kelak kalau terpilih.

Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden rajin menemui masyarakat, baik di pasar, di mall atau di pesantren. Itu semua dilakukan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Mereka menawarkan janji-janji dan  solusinya. Mirip seperti motto Pegadaian: "mengatasi masalah tanpa masalah".

Mereka menemui masyarakat dengan dalih menyerap aspirasi, baik di pasar atau ke petani.

Ada cawapres yang terkadang mudah kagetan atau gumunan (mudah terheran-heran) waktu masuk pasar dan ketemu petani. Ketika ketemu pedagang, ia menyebut harga-harga naik, ketemu petani, ia menyebut harga beli turun atau murah.

Kepada pedagang pasar cawapres tersebut berjanji akan menurunkan harga-harga kebutuhan bahan pokok kalau terpilih nanti. Karena kenaikan harga tersebut memberatkan pedagang atau masyarakat sebagai konsumen. Dan dianggap menjadi menurunnya daya beli masyarakat.

Ketika ketemu kalangan petani, cawapres tersebut berjanji akan menaikkan harga beli supaya petani untung atau tidak dirugikan.Karena ongkos produksi sangat tinggi.

Bagi masyarakat atau pedagang penginnya semua kebutuhan bahan pokok murah atau turun ,tetapi ini justru merugikan kalangan petani.

Bagi kalangan petani, ia ingin harga sayur mayur atau hasil pertanian harga belinya naik, sehingga bisa menutup ongkos produksi. Sedangkan kalau harga dari petani naik,maka harga beli di pedagang atau masyarakat juga akan naik. Pedagang dan masyarakat juga ingin harga-harga turun.

Sebagai cawapres jangan selalu mudah menjanjikan atau meng-iyakan keinginan masyarakat hanya demi mendulang suara. Jangan sampai demi mengais-ngais suara masyarakat menjanjikan sesuatu yang sulit untuk direalisasikan kalau terpilih nanti.

Seperti contoh di atas, antara petani dan pedagang atau masyarakat yang saling berbeda keinginan atau kepentingan,tapi cawapresnya memberikan janji angin surga,baik kepada pedagang atau masyarakat ia berjanji mau menurunkan harganya, kepada petani ia berjanji ingin menaikkan harga belinya.

Jangan mudah menggampangkan sesuatu, seperti mudahnya menurunkan dan menaikkan memakai celana di pagi hari.

Jangan ingin menggarami air laut, karena sudah asin.Jadi yang lebih ralistis saja, dalam janji-janji kampanye.

"Ojo kagetan dan ojo gumunan"

***