Kalo Solusi Cuma Soal Duit, Tukang Bakso pun Bisa!

Selasa, 22 Januari 2019 | 23:14 WIB
0
204
Kalo Solusi Cuma Soal Duit, Tukang Bakso pun Bisa!
Sumber: www.detiknews.com

Tukang bakso pernah berkata "Tidak semua itu soal duit mas, tapi juga soal pentol dan mie kuning"

Begitulah, akhirnya sang tukang bakso terkenal di Bandung itu bercerita pada saya pinggir jalan Lodaya, di sore hujan gerimis. Sambil tentu saya srutup kuah baksonya.

Dulu, dia pernah bertengkar hebat dengan rekannya, sesama tukang bakso. Rekannya punya modal yang besar, hasil warisan. Suatu hari rekannya itu kedapatan mencuri resep bakso miliknya, bukan hanya bakso, tapi juga resep pangsit goreng. Didasari dari laporan pelanggannya yang mengadu kok rasa bakso si rekan sama persis dengan si tukang bakso.

Betapa marahnya si tukang bakso ini. Setelah diselidiki ternyata benar, resep si tukang bakso telah dicuri.

Si tukang bakso pun melabrak sang rekan. Bukannya minta maaf, si rekan dengan pongah berkata bahwa akan membeli warung bakso si tukang bakso ini. Dengan harga berkali-kali lipat.

Si tukang bakso kontan menolak. Si rekan terus memaksa. Sampai akhirnya si tukang bakso itupun pergi dan pindah dagangan. "Bukan soal duit, tapi soal hak cipta, integritas dan keringat saya, mas" Ujarnya.

Cerita berlanjut, si rekan saat ini justru sedang bangkrut setelah dirinya ditahan di rutan Kebonwaru karena kasus penggelapan uang perusahaan. "Padahal dia kaya lho mas, warisan tanahnya 10 tahun lalu itu bisa belasan milyar lebih"

"Kalo semua solusi cuma soal duit, siapapun bisa, tapi integritas kita yang membedakan" Ujarnya.

Nah, ini soal integritas.

Jika saja Capres 02 Prabowo mau belajar dari si tukang bakso ini, tentulah dia tidak akan semena-mena berkata bahwa solusi pemberantasan korupsi itu dengan menambah gaji Hakim dan Gubernur.

Inilah adalah penyataan sesat bin ngawur yang (lagi-lagi) dikeluarkan Prabowo di forum resmi. Setelah pernyataan hoaks selang RSCM yang dipakai berkali-kali lalu kemudian dimentahkan oleh pihak Rumah Sakit, ditambah lagi soal gaji dokter yang lebih kecil dari gaji tukang ojek, sebelumnya pun Prabowo terpasung dengan kasus hoax Ratna Sarumpaet hingga menggelar jumpa pers.

Prabowo seperti tak pernah kapok, ujaran-ujaran asal muncul seperti tak terkendali. Ada dua penyebab sebetulnya: Beliau kurang informasi, atau beliau memang sengaja. Kita bahas nanti.

Lantas, berapa sebetulnya gaji Hakim di Indonesia?

Dilansir dari moneysmart.id Untuk Hakim pemula, bisa mengantongi THP (Take Home Pay) sekitar 12 jutaan. Untuk Hakim dengan posisi yang lebih tinggi bisa mendapat puluhan juta, Hakim anggota khusus pajak bisa dikisaran 33 juta. Bahkan Hakim Agung atau Ketua MA/MK bisa mencapai ratusan juta.

Lho, yang dipakai take home pay atau gaji pokok? Yang namanya gaji itu adalah penghasilan yang di dapat dari bekerja. Yang namanya penghasilan tentu bukan gaji pokok saja, namun gaji pokok ditambah tunjangan-tunjangan lain, dtambah plus-plusnya.

Jadi, jika ada pejabat yang ngomong kalo gajinya kecil berdasar gaji pokok, artinya itu penipuan publik. Seperti gubernur, seorang gubernur DKI gaji pokoknya memang 3,6 jutaan, tapi belum dengan tunjangan dan biaya penunjang operasional (BPO) yang ditentukan dalam PP Nomor 109 Tahun 2000. Sebesar 0,13 persen per tahun dari PAD DKI tahun itu.

Berapa duit yang diterima seorang gubernur DKI? PAD DKI Rp 35,23 triliun pada 2017 lalu, di bagi saja 12 bulan. Tak kurang dari 1,7 milyar per bulan take home pay untuk seorang gubernur DKI Jakarta. Itu bukan jumlah yang besar, tapi besar banget!!

Okelah Anies tidak korupsi, bagaimana dengan gubernur daerah lain? Dari pernyataan Dedi Mizwar, gaji gubernur daerah yang lebih kecil pun masih di kisaran ratusan juta per bulan. Ratuan juta itu bisa buat ngelunasin cicilan rumah dan motor kita, wahai sobat misqueen ku!

Jadi terlaknatlah jika masih ada pejabat publik yang masih tega korupsi. Korupsi sudah terbukti bukan lahir karena gaji, bukan lahir karena miskin, korupsi lahir karena integritas diri yang tergadai.

Dan Prabowo gagal memahami itu, semua bukan soal uang. Ini soal integritas dan moral.

Mengapa Prabowo gagal paham? Ada yang bilang ini karena Prabowo terbiasa hidup serba berkecukupan, jadi solusi duit, duit dan duit lah yang ada di benaknya. Tidak ada solusi moral dan integritas atau penguatan sistem pengawasan disana.

Tidak ada konsep revolusi mental, apalagi revolusi moral..

~Haduuh kacau donk...

Seorang santri disuruh memilih makanan yang tersaji di dua piring, piring pertama berisi singkong rebus, yang piring kedua berisi mie instant. Si santri memilih piring kedua.

Belum lagi mie instant di makan, si santri disuruh memilih lagi, antara mie instant dengan piring ketiga, berisi rendang. Si santri meletakkan piring kedua dan memilih piring ketiga. Begitu seterusnya sampai piring kelima yang berisi wadah makanan berbungkus alumunium mewah yang masih panas.

"Wah, bungkusnya mewah pasti daging atau apa yang belum pernah ku makan, dan pasti lezat" Begitu pikirnya.

Si santri memilih piring kelima, bungkus aluminium dibuka, asap mengepul keluar dari celah, si santri mengintip dan membuka bungkus lebih lebar, betapa kecewanya dia karena yang di dalam wadah alumunium tersebut adalah singkong rebus yang baru matang.

Akhirnya malam itu, si santri harus puas makan malam dengan singkong rebus nan hambar, sedangkan kawannya tersenyum ke arahnya sambil memegang piring rendang dan piring mie instant.

"Trima kasih ya kak, enak rendangnya.."

Si santri hanya tersenyum kecut.

***