Andi Arief "Pangeran Tweet" yang Kesandung Narkoba

Selasa, 5 Maret 2019 | 19:04 WIB
0
150
Andi Arief "Pangeran Tweet" yang Kesandung Narkoba
Foto: Tribunews.com

Politisi yang juga Selebtweet, adalah pigur publik, yang semua prilakunya diawasi. Sama seperti halnya artis, yang semua sikap dan prilakunya menjadi target. Andi Arief adalah Selebtweet, yang kicauannya sangat pedas, terkesan tidak beradap.

Prabowo saja pernah dibilang Jenderal Kardus, Karena Prabowo sangat mengenal karakter Andi, maka Prabowo pun tidak marah. Semasa dia jadi aktivis PRD antara tahun 96-98, keduanya pasti saling mengenal, bahkan Andi bersama Budiman Sujatmiko merupakan Target Prabowo.

10 tahun Pemerintahan SBY, Andi Arief terbilang Aman, punya jabatan yang mumpuni, dan tidak ada yang bisa menyentuhnya. Jadi wajar kalau dia dianggap sebagai pejuang Demokrat, yang mempunyai nyali yang besar.

Tapi rupanya roda berputar, setelah SBY tidal lagi berkuasa, Andi hanya mempunyai jabatan di Partai, sebagai Wakil Sekjen  Partai Demokrat, artinya dia bawahan langsung Ibas.

Apesnya lagi Andi ketangkap dimasa kampanye, dimana saat semua kader fokus untuk memenangkan Partai dalam Pemilu Legislatif, maupun memenangkan Capres dan Cawapres yang diusung Partai koalisi.

Ironisnya Andi ditangkap Karena Kasus penyalahgunaan Narkoba, jelas ini Aib, dan tidak bisa dibilang Kasus ini lebih mulia dari tindakan korupsi. Yang jelas ini adalah Aib, bukan musibah. Ini menyangkut moralitas seorang politisi.

Sebagai politisi yang juga Pigur publik, harusnya Andi menyadari bahwa dia merupakan target, apa lagi jika pihak kepolisian sudah mencium tanda-tanda kalau Andi terindikasi pemakai narkoba. Setiap gerak-gerik dan prilakunya selalu Dalam pengawasan.

Kalau didalam dunia selebriti, biasanya ada orang yang sengaja ditanam untuk mengawasi prilaku artis yang menjadi target kepolisian, dan orang yang ditanam dilingkungan artis tersebut, biasanya bagian dari artis juga.

Kemungkinan ini pun bisa terjadi Dalam Kasus Andi Arief, makanya sebagai politisi jangan coba-coba melakukan hal yang aneh-aneh, Karena setiap gerak-geriknya selalu dalam pengawasan, baik pengawasan publik, maupun aparat keamanan.

Tidak mungkin polisi tiba-tiba bisa mengerebek Andi yang sedang dikamar hotel, kalau tidak didahului adanya laporan, atau memang sudah diawasi. Pastinya prilaku Andi tersebut sudah dicurigai terlebih dahulu.

Memang apa yang dilakukan Andi tersebut tidak merugikan siapapun, bahkan tidak mempengaruhi elektabilitas Partai, juga elektabilitas Prabowo-Sandi, Karena ini menyangkut moralitas personal. Namun sangat disayangkan, hal tersebut terjadi ditahun politik.

Efek Buruknya justeru diterima Pemerintahan Jokowi, dan Jokowi dianggap tidak tuntas dalam pemberantasan narkoba. Apa coba korelasinya, yang berprilaku buruk Andi Arief, yang menerima efeknya malah Jokowi.

Jadi, sebagai politisi dan juga figur publik, hendaknya hati-hati, jangan berprilaku yang aneh-aneh, apa lagi main narkoba, akan patal akibatnya. Anda akan selalu diawasi, dan menjadi target untuk dihabisi, apalagi kalau Anda tergolong orang yang banyak musuhnya politik.

***