Reaksi PSI pada Opini Ninoy Ingatkan Twit Rocky Gerung

Hanya dalam hitungan jam, bahkan sebelum PSI mengekspos bantahannya, akun-akun pendukung PSI sudah menghujat Ninoy dengan seberondong kata ala Ade Armando.

Kamis, 11 Juli 2019 | 14:05 WIB
0
383
Reaksi PSI pada Opini Ninoy Ingatkan Twit Rocky Gerung
Grace Natalie (Foto: Insertlive.com)

PSI, Partai Solidaritas Indonesia, adalah partai yang suci dan menyucikan. Salah besar kalau mengatakan partai ini sebagai partai yang masih suci lantaran partai pimpinan Grace Natalie ini belum bekerja sama sekali. Salah karena PSI akan terus menjadi partai suci dan menyucikan selama-lamanya.

Kesucian partai yang belum diridhio Allah masuk ke Senayan ini tercermin dari serangkaian kata yang dituliskan oleh pengagumnya, Ade Armando. Lewat “FITNAH BUSUK NINOY KARUNDENG PADA PSI DAN KELOMPOK KEPENTINGAN BUSUK DI BELAKANGNYA” yang diunggahnya lewat akun Facebook-nya, Ade mengeluarkan sederet kata yang diperkirakan bakal menjadi template PSI di waktu mendatang.

“Seorang penulis busuk bernama Ninoy Karundeng menyebarkan tulisan sampah yang isinya penuh fitnah kepada PSI …,” "Tulis si busuk Ninoy”, “Si tolol Ninoy”, dan masih sederet kata lainnya”.

Tidak ketinggalan, Ade pun mengungkapkan keyakinannya kalau Ninoy tidak bekerja sendirian, “Saya yakin Ninoy tidak bekerja sendirian. Saya duga ini adalah upaya untuk menjegal sejumlah tokoh PSI untuk menempati posisi penting di pemerintahan Jokowi.”

Keyakinan serupa juga dihaturkan oleh Muannas Alaidid via akun Twitter-nya.

8 kursi DPRD DKI PSI dipastikan bakal menggangu zona nyaman ke depan, krn komitmen tdk main proyek apapun, saya meragukan kalo Ninoy karundeng penulis yg meminta maaf berdiri sendiri tdk ada kepentingan lain, beda klo dia org berpartai. Badai fitnah ini baru dimulai @PSI_Jakarta

— Muannas Alaidid (@muannas_alaidid) July 10, 2019

Lewat kata-kata yang dituliskan Ade Armando, masyarakat menjadi paham sepaham pahamnya paham dan sadar sesadar sadarnya sadar jika Ade Armando yang dikenal luas sabagai pecinta PSI itu sesurga dengan Habib Bahar Smith, Habib Rizieq Shihab, Gus Nur, dan kelompok masyarakat suci dan menyucikan lainnya.

Tulisan “KASIHAN! GRACE NATALIE BUKAN PEMILIK PSI, ADA SUNNY DAN MICHAEL”  yang diunggah Ninoy Karundeng pada akun Facebook-nya telah membuka mata anak-anak muda akan keresponsifan PSI dalam menyikapi situasi yang dihadapinya.

Dari judulnya, jelas tidak ada yang salah. Grace memang bukan pemilik PSI. Sebab PSI adalah milik kita, termasuk Sunny, Michael, Ade, Muannas, Bahar bin Smith, Gus Nur, dan yang lainnya. Itu dari judul.

Dari isinya, Ninoy tidak mengunggah informasi atau berita, tetapi opininya. Opini bisa benar, bisa juga salah. Opini bisa lempeng, bisa juga sesat. Tetapi, opini tidak bisa distempeli “HOAX” karena opini bukan informasi atau berita.

Opini bisa salah atau sesat jika dibangun dari informasi hoax. Tetapi, sekalipun bersumber dari informasi yang valid, opini belum tentu benar jika logika yang dibangun atas informasi yang valid tersebut ngawur berantakan.

Dalam beropini, Rocky Gerung sering memainkan kalimat-kalimatnya. Jika menangkapnya dengan sumbu pendek, opini Rocky banyak yang disebut sesat logika. Padahal, tidak jarang opini Rocky yang dituding setat tersebut sebenarnya benar. Kalaupun benar-benar sesat, opini Rocky tidak bisa distempel hoax.

Opini yang diunggah Ninoy memang memojokkan PSI. “Bata-bata” yang pakai Ninoy tidak semuanya asli. Komposisi “semen” perekatnya pun tidak tepat. Karenanya opini yang dibangun Ninoy mudah sekali untuk diruntuhkan.

Sebut saja soal Zulkieflimansyah. Zul memang kader PKS. Tetapi Zul memberikan dukungannya pada Jokowi-Ma’ruf Amin. Ini buktinya. Bahkan, Zul sudah memberikan dukungannya pada Jokowi sejak Januari 2014. Ini buktinya.

Lantas, sebagai sesama pendukung Jokowi, tidak ada salahnya kalau PSI dan Zul saling mensuport. Jokowi pun pastinya bahagia bila sesama pendukungnya akur dan saling mengayomi.

Sebenarnya, opini Ninoy itu pun sudah dibantah oleh PSI. Bahkan hanya dalam hitungan jam, bantahan PSI sudah memviral. Dalam hitungan jam juga opini Ninoy berhasil diredam.

Bukan hanya itu, hanya dalam hitungan jam, bahkan sebelum PSI mengekspos bantahannya, akun-akun pendukung PSI sudah menghujat Ninoy dengan seberondong kata ala Ade Armando. Tuduhan sebagai penulis bayaran pun berlontaran ke arah Ninoy.

Reaksi PSI beserta akun-akun pendukungnya ini mengingatkan khalayak tidak ramai pada cuitan Rocky Gerung.

Entah siapa yang dimaksud “mereka” dalam twit Rocky yang diposting lebih dari setahun itu.

***