Mewaspadai Gerak-gerik Jan Ethes

Senin, 29 Oktober 2018 | 07:34 WIB
0
434
Mewaspadai Gerak-gerik Jan Ethes
Jan Ethes (Foto: Bacaanasik.cc)

Sebetulnya, menjadi timses atau jurkam pertahana Jokowi lebih enak, lebih mudah, nggak repot-repot. Cukup defensif, nggak perlu ofensif, apalagi ngamuk-ngamuk memberikan reaksi.

Pasalnya, sebagai capres Jokowi adalah juga presiden. Ia capres pertahana. Melekat dalam pribadinya, adalah kepala negara Republik Indonesia ini, sampai 2019 kelak, dan akan nyambung lagi hingga 2024. 

Semua gerak-gerik Jokowi, sebagai presiden, adalah kampanye itu sendiri. Tak usah neka-neka. Fokus saja pada pekerjaannya, bekerja dengan baik, propher, semua media akan menyorotnya. Demikian juga lawan, yang menthelengi kapan Jokowi melakukan kesalahan. Kecil saja kesalahan, langsung pengintai akan tancap gas, geber!

Kemudahan kerja bagi timses atau jurkamnya, tinggal menyodorkan jawaban atau data yang valid, atas semua pertanyaan, sindiran, fitnahan, hujatan, penjungkir-balikan kata-kata yang dilontarkan penantang.

Dalam dua bulan ini, tak terlihat sama sekali serangan kubu penantang yang berarti. Semua cuma berkisaran pada tudingan sumir, mengenai utang luar negeri, pengangguran membengkak, angka kemiskinan tinggi, negara dijual ke pihak asing, dan seterusnya.

Soal mobil Esemka, BBM atau listrik naik, pelanggaran HAM, penistaan agama atau ulama, pembakaran bendera tauhid, bahkan pun sampai pada soal Jokowi komunis, PKI, Cina, kafir, kristen, yahudi, zoroaster, dan lain sebagainya itu. Justeru menjadi pintu masuk untuk promo product.

Tentu saja, syaratnya, timses dan jurkamnya harus menguasai data, juga content serta contex permasalahannya. Pada waktu Jokowi belum jadi presiden pun, bisa mengalahkan Prabowo yang tak punya reputasi apa-apa. Kini lebih-lebih setelah menjadi presiden, pertahana. Capaian-capaian Jokowi bisa disampaikan.

Sampai pun pada penjelasan filosofinya, kenapa mesti infrastruktur terlebih dulu, baru kemudian soal SDM. Kenapa mesti impor, kenapa mesti utang luar negeri dan untuk apa, apa itu untung-rugi subsidi negara, dan seterusnya dan sebagainya. Presiden punya segala, juga berbagai kemudahan aksessif. Timses dan jurkam Jokowi tinggal menjadi humas yang baik untuk menjelaskan itu semua.

Pertanyaannya, mana itu data-data prestasi Jokowi, capaiannya, kendalanya, progressinya, dan seterusnya. Banyak jurkam Jokowi reaktif, balik menyerang yang tak perlu. Tak perlu ngotot ngomong ke media soal berbagai serangan negative campaign atau black campaign. Tinggal teliti dan selidiki, kalau potensial melanggar hukum, laporkan ke Polisi atau Bawaslu.

Wong lawannya cuma gitu-gitu doang. Malah masih mending para medsoser, netizen, yang menanggapi kampanye pilpres dengan humor yang oke punya.

Yang wajib diwaspadai itu justeru Jan Ethes. Dia menyalib di tikungan, menyingkirkan Kaesang secara telak!

Bahkan tiga anggota Paspampres dia kerjain.

***