Hati-hati, Politik Identitas Bisa Menguntungkan Lawan

Senin, 11 Februari 2019 | 12:21 WIB
0
37
Hati-hati, Politik Identitas Bisa Menguntungkan Lawan
Ilustrasi politik identitas (Foto: NU.or.id)

Propaganda #PolitikIdentitas yang digelorakan oleh Mesin Politik petahana, Joko Widodo, saya lihat lambat-laun justru semakin menguatkan posisi Prabowo Subianto. Ada beberapa isu yang diangkat. Misalnya agama keturunan Paslon 02, Jumatan Paslon 02 dan kehadiran Rocky Gerung di barisan Paslon 02.

Seperti kita maklumi, citra oposisi sebagai kekuatan politik yang membela kepentingan umat Islam sudah dibangun sejak lama, khususnya saat kontestasi Pilgub Jakarta yang dimenangi oleh Anies Baswedan.

Pascaaksi Bela Islam 212, gerakan hijrah makin marak di tengah-tengah masyarakat. Sampai-sampai, Mesin Politik petahana ikut 'hijrah' dengan mengusung kiai sebagai cawapres.

Alasan utama yang saya tangkap dari 'hijrah' tim politik penguasa adalah untuk mengimbangi permainan politik identitas yang selama ini digelorakan oposisi. Sekaligus menangkis fitnah terhadap Jokowi yang diyakini sebagian orang memiliki keterkaitan dengan PKI dan cenderung tidak memihak kepentingan Islam.

Intensitas politisasi identitas pun jadi menu harian mesin politik penguasa. Sambil meyakinkan publik bahwa tim oposisi paling doyan bikin hoaks, sementara pemerintah paling gencar memberantas hoaks.

Citra Prabowo akan semakin kuat saat serangan identitas kepadanya tidak melunturkan keyakinan komunitas muslim atas komitmennya untuk membela kepentingan Islam dan menjaga ulama. Serangan kedekatannya ke nonmuslim justru menambah luas jangkauan dukungan untuknya ke luar lingkaran pemilih muslim.

Sementara itu, citra kedekatan Paslon 01 dengan Islam masih terus dibangun dengan melibatkan sebanyak mungkin entitas dan simbol Islam. Tapi kehadiran Ahok tentunya harus dilihat dalam konteks ini juga, karena bisa jadi citranya sebagai penista agama Islam otomatis melekat ke mesin politik yang menggandengnya jelang Pilpres 2019.

Di sisi lain, serangan identitas untuk Paslon 01 juga semakin sulit menuai hasil optimal mengingat semakin banyak kekuatan nonpolitik yang merapat ke petahana. Kalau masih ngeyel, saya yakin apinya akan membakar kekuatan oposisi.

Pesan saya, ucapkan selamat tinggal ke propaganda politik berbasis SARA. Karena pemilih hari ini sudah berpegang teguh pada keyakinannya masing-masing.

Fokuslah pada apa yang dapat Anda lakukan untuk bangsa dan negara berpenduduk muslim terbesar dunia ini.

***