Jakarta — Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan, khususnya swasembada beras, menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar prestasi sektor pertanian, melainkan modal strategis untuk membangun kemandirian dan ketahanan nasional.
Usai kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Batam, Kepulauan Riau, Mentan Amran menyampaikan bahwa swasembada beras yang berhasil diwujudkan lebih cepat dari target menunjukkan kekuatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para petani di seluruh Indonesia.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh Bupati/Walikota se-Indonesia atas support-nya di sektor pertanian. Karena beliau-beliau, kita targetkan swasembada dalam waktu empat tahun, tapi alhamdulillah karena support-nya Bupati/Walikota se-Indonesia sehingga swasembada dicapai dalam waktu satu tahun,” kata Andi Amran Sulaiman.
Sinergi tersebut dinilai mampu menjawab tantangan global, termasuk krisis pangan dan ketidakpastian ekonomi dunia.
“Keberhasilan swasembada menjadi modal penting bagi Indonesia untuk melangkah menuju visi Indonesia Emas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sektor pertanian memiliki peran vital karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi, perluasan lahan tanam, serta modernisasi pertanian agar swasembada pangan dapat berkelanjutan.
Ke depan, Pemerintah akan memperkuat hilirisasi pertanian dan pengembangan komoditas unggulan lainnya, yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus kesejahteraan petani.
“Kemudian ke depan kita hilirisasi. Kita lakukan hilirisasi untuk meningkatkan pendapatan petani kita. Terutama sektor yang permintaannya tinggi tingkat dunia. Kelapa, kemudian kakao, mete, dan seterusnya,” tutur Mentan.
Dengan swasembada pangan yang kokoh, Indonesia dinilai memiliki bekal kuat untuk melangkah menuju Indonesia Emas 2045 yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing tinggi di tingkat dunia. [-RWA]
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews