Emak-emak Penyebar Fitnah Kena Ciduk, Semoga Bukan Keluarga Kita

Selasa, 26 Februari 2019 | 22:03 WIB
0
3614
Emak-emak Penyebar Fitnah Kena Ciduk, Semoga Bukan Keluarga Kita
Jokowi dan emak-emak penyebar fitnah (Foto: Tribunnews.com)

Polisi mengamankan tiga perempuan di Karawang yang menjajakan fitnah ke masyarakat. Tiga orang ini sebetulnya ibu rumah tangga biasa. Tapi otaknya keracunan. Akibatnya dia aktif menyebar fitnah.

Mereka adalah Engqay Sugiyati, Ika Peranika dan Citra Widyaningsih. Semuanya warga Karawang yang berinisiatif blusukan menyebarkan informasi busuk ke masyarakat. Ketiganya juga pendukung aktif Prabowo.

Sebelumnya kita juga kenal Asma Dewi yang dipenjara akibat terkait gerombolan Saracen. Kerjanya. Menyebar fitnah juga.

Kasus-kasus penyebaran fitnah begini sering terjadi. Kebanyakan yang terciduk karena mereka mau memenangkan Prabowo. Karena Prabowo gak punya prestasi, satu-satunya cara ya dengan menjatuhkan Jokowi.

Itupun gak gampang. Soalnya prestasi maupun kehidupan Jokowi susah dicari celahnya. Maka untuk melancarkan aksinya mereka menyebarkan fitnah.

Keyika videonya viral, rakyat resah. Polisi bertindak. Akibatnya emak-emak sok tahu itu, berurusan dengan hukum.

Seperti biasa. Pihak Prabowo-Sandi buru-buru melepeh.

Saya membayangkan jika urusan hukum ini terus berlanjut. Bagaimana keluarga mereka. Bagaimana anak-anaknya. Punya emak dipenjara karena menyebar fitnah.

Hukum memang harus ditegakkan. Jika dibiarkan begitu saja, justru berbahaya buat masa depan bangsa. Fitnah dan ujaran kebencian yang mereka sebarkan bisa menjadi bahan bakar untuk menghanguskan bangsa ini.

Kenapa mereka senekad itu? Karena memang isi kepalanya dijejali dengan informasi palsu. Hobi fitnah itu menular. Jika mereka bergaul dengan para pemfitnah, ujung-ujungnya mereka akan ketularan. Kesalahan yang dilalukan terus menerus akan dianggap sebagai kebenaran. Ini yang terjadi.

Saya jadi berfikir. Kita punya taggungjawab berat. Terutama jika ada anggota keluarga kita yang terindikasi pendukung Prabowo garis keras. Terutama jika perilakunya songong. Mereka akan terbiasa memamah informasi palsu dari komunitasnya.

Bahayanya mereka gak sadar dengan kondisi ini. Lalu dengan semangat 45, mereka menyebarkan lagi ke publik. Akibatbya bukan tidak mungkin mereka berurusan dengan aparat.

Sudah banyak kasus dan contoh seperti itu. Hidup mereka rusak dipenjara. Anak berantakan. Keluarganya sengsara. Sedangkan para pihak Prabosan, melepehnya.

Karena itu, jika ada keluarga, teman atau sanak saudara yang terindikasi pendukung Prabowo garis keras. Awasi mereka dengan ketat. Jangan sampai mereka ketularan penyakit hobi memfitnah. Lalu menyebarkan informasi yang ditelannya ke publik.

Bisa-bisa mereka dipenjara karena ulahnya.

Ayo, lindungi mereka dari kerusakan. Tegur dengan baik. Sodorkan contoh. Sudah banyak orang yang merasakan akibat karena menyebarkan hoax.

Mereka boleh mendukung siapa saja. Tapi jika mereka mendukung Prabowo, jangan sampai tertular jadi tukang fitnah. Urusannya bisa berabe.

Percayalah. Tidak ada hasil apa-apa dari perilaku seperti itu.

"Itulah akibat pergaulan bebas, Mas," ujar Abu Kumkum.

***