Jayapura — Pembangunan ekonomi di Papua terus diarahkan pemerintah dengan tetap menjaga keseimbangan ekologi serta keberlanjutan lingkungan dan masyarakat. Karena itu, Film Pesta Babi dinilai menghadirkan narasi yang tidak sepenuhnya mencerminkan realitas.
Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Herman Kayame, menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat berbagai program yang bertujuan menjaga ekosistem alam Papua sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Menurutnya, pembangunan di Papua tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga.
"Prinsip utamanya adalah pembangunan ekonomi yang tetap menjaga keseimbangan ekologi secara berkelanjutan," ungkap Herman dalam kegiatan Sosialisasi Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 tingkat subnasional.
Kegiatan tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mendukung upaya mitigasi perubahan iklim global.
Menurut Herman, kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah awal penting untuk memperluas pemahaman mengenai target kontribusi daerah dalam mendukung komitmen nasional terhadap pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
"Untuk itu kedepannya, program ini akan terus diperluas seperti, pemulihan kawasan pesisir untuk melindungi ekosistem laut, pengawasan ketat terhadap penggunaan kawasan hutan agar tetap sesuai fungsinya, dan Perlindungan hutan secara rutin dengan melibatkan masyarakat adat setempat sebagai garda terdepan," katanya.
Melalui momentum ini, partisipasi aktif seluruh elemen diharapkan dapat dipicu, mulai dari instansi pemerintah, sektor swasta, LSM, hingga masyarakat luas dalam mendukung program pembangunan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
“Melalui momen penting ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang kuat untuk mencapai target nasional Net Sink sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya di tahun 2030," kata Herman.
Herman menilai, pengetahuan lokal dan kearifan tradisional yang dimiliki masyarakat setempat, mampu memperkuat upaya konservasi sekaligus menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian ekosistem.
Masyarakat diimbau tetap berhati-hati terhadap narasi provokatif yang dapat menimbulkan kesalahpahaman mengenai isu pembangunan dan lingkungan, termasuk melalui konten seperti film ‘Pesta Babi’. Dialog terbuka serta informasi berimbang dinilai penting menjaga pembangunan Papua tetap damai dan berkelanjutan. [-RWA]
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews