Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita (Pig Feast) yang mengkritik Program Strategis Nasional (PSN) di Papua menuai kritik dari berbagai pihak. Sejumlah kalangan menilai narasi yang diangkat dalam film yang juga tayang secara terbatas di Selandia Baru itu cenderung provokatif karena tidak melihat secara utuh konteks pembangunan energi nasional serta masa depan Papua.
Kritik tersebut muncul karena pembangunan di Papua dinilai tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan Indonesia memperkuat ketahanan energi. Saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan besar di sektor energi, terutama ketergantungan terhadap impor minyak.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong pengembangan energi alternatif seperti biodiesel dan bioetanol sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian energi nasional. Kebijakan ini sekaligus menjadi upaya mengantisipasi ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia.
Influencer sekaligus pakar Komunikasi Sosial Politik, Putra Aji Sujati menilai pengembangan energi berbasis sumber daya domestik merupakan langkah strategis menghadapi dinamika global yang tidak menentu.
“Kali ini _gue_ mau bahas sawit, ya sawit tapi dalam konteks perang Iran, Amerika, Israel. Ketika Selat Hormuz ditutup gara-gara konflik ini, Pak Prabowo Subianto justru udah punya kartu AS buat nyelamatin ekonomi kita lewat sawit. _Gue_ kasih tau teman-teman, 20% pasokan minyak dunia lewat jalur Selat Hormuz. Kalau sampai di blokade lebih dari 7 hari.Harga BBM global bakal meledak dan Indonesia yang masih doyan impor energi bakal kena hantam inflasi gila-gilaan. Makanya program B50 di tahun 2026 itu sebenarnya krusial banget.” Ujar Putra dalam akun Instagram @putraajisujati, dikutip Sabtu (7/3).
Sementara itu, Tokoh Adat Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Matatius Jiginua menegaskan bahwa dukungan masyarakat sangat penting agar pembangunan dapat berjalan dengan baik.
"Seluruh lapisan warga harus tetap mempertahankan iklim sejuk demi memastikan aktivitas ekonomi dan pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan," terangnya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto juga menegaskan Papua memiliki potensi besar untuk menjadi wilayah yang mandiri dalam sektor energi.
“Saya kira Papua punya sumber energi yang sangat baik. Dan Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia) juga sudah merancang bahwa daerah-daerah Papua harus menikmati hasil daripada energi yang diproduksi di Papua,” kata
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews