Kesombongan Itu Semoga Cepat Berlalu PDIP

Jangan takabur dan sombong, realistislah, mumpung masih ada waktu semoga partai anda sadar untuk mendengar suara masyarakat secara obyektif.

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 17:13 WIB
0
77
Kesombongan Itu Semoga Cepat Berlalu PDIP
PDIP (Foto: jawapos.com)

Kalau PDIP tetap sombong baik ketua umum, sekjen maupun pengurus elitnya, silahkan terus dengan keputusan kalian namun kalau masih ingin berharap menang survey saja apa yang dimau rakyat, jangan yakin oleh hitung-hitungan dari ketua umumnya dan kengeyelan  mengajukan Puan  Maharani yang elektabilitasnya rendah.

Memilih pemimpin itu jangan grasa-grusu, Jokowi mengatakan ojo kesusu, namun ada baiknya tetap realistis. Sebab jika hanya mbeguguk nguto waton, susah diberi masukan karena lebih percaya elite anda silahkan tanggung sendiri akibatnya.

Katanya anda sebagai partai mewakili rakyat, tetapi mengapa kalian sibuk memikirkan apa yang dikatakan Mbak Mega sementara suara yang ada di masyarakat tidak didengar. Yakin dengan strategi anda menunggu momentum yang tepat. Memaksa menunggu dengan mengatrol suara Puan yang memang kurang menjanjikan secara elektoral.

Aneh juga kenapa anda tidak bangga ada kader anda yang mendapat respon positif dari masyarakat. Apa dosa ia yang juga telah berjasa untuk menaikkan daya tawar partai anda. Kalau semua keputusan tergantung pada Bu Mega dan beliau berani spekulasi, silahkan namun dari catatan saya selama ini terutama menyangkut Jokowi, sebagian masyarakat yang akhirnya menjatuhkan pilihan pada PDIP itu bukan karena faktor Bu Mega sebagai anak kandung Bung Karno, namun lebih karena rindu sosok presiden yang dekat dengan rakyat bukan semata berdarah biru karena keturunan penguasa.

Jokowi menjadi tokoh yang dirindukan rakyat karena bosan dengan sosok yang terlihat gagah, tapi ternyata kurang bisa memahami bahasa rakyat, terlalu elit dan banyak proyek-proyek pembangunan yang mangkrak.

Kebetulan sosok Jokowi itu beda dan ada harapan terjadi perubahan maka karena faktor Jokowilah masyarakat memilih partai anda supaya kuat harapannya untuk menang. Akhirnya PDIP bisa memanen kemenangan bukan karena hanya pemilih tradisional anda tetapi karena sosok Jokowi dibalik kesuksesan anda.

Jangan takabur dan sombong, realistislah, mumpung masih ada waktu semoga partai anda sadar untuk mendengar suara masyarakat secara obyektif. Selain Puan masih banyak pilihan mengapa harus memaksa diri memilih Puan.

Fox Populi Fox Dei  Suara rakyat adalah suara Tuhan. Silahkan anda lebih mendengarkan suara rakyat atau suara elit anda. Jangan terlalu percaya diri bahwa anda masih mempunyai basis masa yang besar. Saat ini situasi memang tengah sulit namun sebagai partai politik tetap harus mempunyai feeling yang kuat untuk memilih pemimpin yang bisa meneruskan visi dan misi kader anda yang juga presiden saat ini, supaya pembangunan jalan, pembangunan Bendungan, pembangunan yang menjangkau wilayah Timur dapat terus dikawal, hingga menghasilkan Indonesia yang maju dan bisa bersaing dengan negara maju di dunia.

Sekali lagi bila banyak survey mengatakan ada petugas partai yang lebih kompeten dan mendapat respon positif masyarakat jangan ditekan dan dibuat seolah ia harus tunduk apapun yang menjadi suara suara petinggi partai yang lebih percaya kekuatan intuisi sang ketua umum, dalam filsofi jawa ada perkataan wani kalah duwur wekasane.

Berani mengalah akan ditinggikan derajadnya untuk pilihan yang baik. Salam Demokrasi.

***