Pilkada Lampung Timur, "Pejah Gesang Nderek" Pak Zaiful Bokhari

Serangan politik berupa kabar bohong atau hoax yang disebarkan melalui online media tanpa verifikasi jurnalistik yang benar justeru bisa melambungkan reputasi Zaiful.

Minggu, 21 Juni 2020 | 12:24 WIB
0
1072
Pilkada Lampung Timur, "Pejah Gesang Nderek" Pak Zaiful Bokhari
Zaiful Bokhari (Foto: Dok. pribadi)

 Dua peristiwa politis sedang dihadapi Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari, akhir-akhir ini dan menjadi topik hangat di kalangan warga Lampung Timur, di tengah-tengah pencalonannya menjadi bupati pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Desember 2020 ini.

Peristiwa pertama datang dari online media yang mengutip surat kaleng yang menuding secara sepihak tanpa verifikasi juranlistik yang benar. Yang mana Zaiful dituduh menyimpangkan penggunaan anggaran. Lalu peristiwa kedua datang dari partainya sendiri, Partai Demokrat, yang mencopot jabatannya selaku Ketua Partai Demokrat di Lampung Timur.

Dua peristiwa tadi tentu ada makna politisnya. Makna politisnya diharapkan bisa merusak reputasi, menjatuhkan popularitas, dan menurunkan tingkat keterpilihan (elektabilitas) yang tinggi dari seorang Zaiful.

Tujuan politis yang paling ekstrem adalah menggagalkan Zaiful maju sebagai bakal calon bupati, karena dia satu-satunya figur paling kuat sekarang ini untuk memenangkan kompetisi.

Berdasar suvei internal, menurut salah seorang sumber yang menjadi orang dekat Zaiful, tingkat elektabilitas Zaiful mencapai 60%. Tokoh-tokoh lain yang selama ini muncul menyaingi Zaiful, tingkat elektabilitasnya masih di bawah harapan.

Dengan tingkat elektabilitas tadi, Zaiful sudah bisa dipastikan akan banyak yang menggoyangnya dengan berbagai cara, sekalipun itu berupa kampanye hitam, yang penting tujuan utamanya yakni menjatuhkan Zaiful tercapai.

Karena, kampanye hitam adalah strategi teknis yang biayanya paling murah untuk mengalahkan lawan dalam memenangkan kompetisi politik.

Tetapi, dengan tingkat elektabilitas yang tinggi tadi, Zaiful tetap menarik minat parati-partai politik besar. Partai-partai itu sudah barang tentu ingin mengusung figur yang peluangnya untuk menang lebih besar. Bahkan, harapan paling ekstrem adalah Zaiful bisa direkrut menjadi kadernya, karena dia bagaikan emas yang disia-siakan oleh partainya sendiri.

Apalagi, Zaiful selain punya elektabilitas yang tinggi juga punya kesiapan segala-galanya yang lebih baik dibanding para pesaingnya. Dia siap dengan logistik, dia punya massa, punya jaringan, dan punya pengalaman lebih baik dibanding pesaingnya.

Segala kelebihan Zaiful ini mustahil tidak menarik minat partai politik untuk memberikan tiket maju ke pilkada nanti. Untuk maju sebagai bakal calon bupati di Lampung Timur, seseorang membutuhkan dukungan sedikitnya 10 kursi di DPRD setempat. Dan, partai terbesar pemilik kursi terbesar di DPRD setempat adalah PDI Perjuangan dengan 9 wakilnya. Jumah anggota DPRD Lampung Timur 50 orang.

Jika melihat dinamika politik yang berkembang, PDI Perjuangan 9 kursi, Gerindra 6 kursi, PAN 1 kursi, dan PKS 5 kursi, tampaknya lebih tertarik untuk melabuhkan dukungan ke Zaiful berkat komunikasi yang intensif antarmereka. Partai Golkar 7 kursi dan PKB 8 kursi sepertinya akan berkoalisi mengusung calon sendiri. Sedangkan Nasdem 8 kursi dan Demokrat 6 kursi masih abu-abu meskipun sudah didekati oleh figur lain.

Dengan dukungan minimal 10 kursi, Zaiful dalam hitungan di atas kertas dipastikan sulit dibendung untuk kembali bertahta mengingat pesaingnya sampai sekarang tidak begitu menonjol bahkan rata-rata sudah pernah kalah di pilkada sebelumnya.

Serangan politik berupa kabar bohong atau hoax yang disebarkan melalui online media tanpa verifikasi jurnalistik yang benar justeru bisa melambungkan reputasi Zaiful. Warga masyarakat justeru disadarkan bahwa Zaiful adalah figur korban fitnah, sehingga patut dibela dan dipercaya untuk memimpin.

Begitu juga dengan peristiwa pencopotannya sebagai pemimpin Demokrat setempat justeru menguatkan dukungannya di akar rumput, karena peristiwa itu  diikuti pula oleh mundurnya pengurus partai loyalis Zaiful.

Mundurnya pengurus partai loyalis Zaiful memperlihatkan bahwa dia bukan figur sembaragan. Di sini menunjukkan bahwa Zaiful adalah figur yang mengakar dan punya massa. Dalam pandangan orang Jawa, peristiwa mundurnya pengurus Demokrat loyalis Zaiful adalah pejah gesang nderek Pak Zaiful Bokhari! (mati hidup ikut Pak Zaiful Bokhari).

Dengan fakta demikian, tidak ada alasan buat kancane (kawannya) Zaiful berkecil hati dalam menghadapi kompetisi untuk menghadirkan kemakmuran di Lampung Timur!

*** 

Krista Riyanto, Penulis dan mantan Jurnalis.