Hasto Kritiyanto, "Si kalem "Tangan Kanan Megawati

Kamis, 10 Januari 2019 | 08:02 WIB
0
803
Hasto Kritiyanto, "Si kalem "Tangan Kanan Megawati
Hasto Kristiyanto (Foto: Tirto.id)

 

Lelaki kelahiran Yogyakarta 7 Juli 1966 iyang terkesan kalem ini dulunya pengusaha. Ia menyukai kegiatan berorganisasi yang akhirnya membuatnya menceburkan diri ke partai politik. Menghabiskan masa pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi di tempat kelahirannya, membuat budaya Jawa sangat lekat dalam dirinya.

Kini sebagai tangan kanan Megawati Soekarnoputri, lelaki ini sangat mengenal sosok IBU BANGSA dan paham dengan karakter Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu. Dialah Hasto Kristiyanto, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Secara hierarkis, Sekjen jabatan tinggi setelah ketua umum partai.

Dengan latar belakang sebagai pengusaha, Hasto Kristiyanto masuk anggota dewan di Komisi VI yang menangani perdagangan, perindustrian, investasi dan koperasi periode 2004-2009. Lepas tugas 5 tahun sebagai anggota dewan, Hasto menempa diri dan semakin aktif memberikan pelatihan dan pendidikan kepada kader PDIP.

Pada sebuah diskusi, suami Maria Stefani Ekowati ini mengatakan, PDI Perjuangan sangat peduli pada proses kaderisasi karena PDI Perjuangan bertanggung jawab untuk mencetak banyak calon kepala daerah. Tahun 2014 Hasto dipercaya sebagai  Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan

Karir politik makin gemilang, di tahun 2014 Megawati memberi tugas  sebagai koordinator juru bicara tim pemenangan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla, pasangan yang diusung PDI Perjuangan. Dan ketika pasangan Jokowi-JK memenangkan Pilpres 2014, Jokowi menunjuk Hasto sebagai salah satu deputi dalam tim transisi. Tim ini bertugas menyiapkan masa transisi dari SBY-Boediono ke Jokowi-JK.

Jalan sebagai calon menteri kian membayang, tapi Megawati memintanya tetap dalam partai untuk membesarkan partai. Hasto pun menerima mandat menjadi Sekjen PDI Perjuangan, menggantikan Tjahjo Kumolo yang menerima tugas sebagai Menteri Dalam Negeri. Maka Hasto pun menjadi "Orang Kuat" dalam PDI Perjuangan sebagai Sekjen PDI Perjuangan periode 2015-2020.

Bapak dari dua anak ini, mempunyai prinsip"Berpolitiklah dengan semangat dan gembira".

Terkait dengan prinsip PDI Perjuangan, berpolitik adalah membangun peradaban. Hasto meyakini, itulah tugas para politikus untuk membangun peradaban. Dengan cara membangun hal-hal yang positif, mengisi ruang-ruang publik dengan informasi yang membangun yang mencerahkan untuk peradaban di masa depan yang lebih baik.

Sosok dan bawaannya memang tenang tapi ia tidak akan diam menyikapi gugatan Partai Gerindra. Karena itu ia menyatakan siap dilaporkan Bawaslu. Hasto mengatakan: Gugatan Tim Prabowo melalui Bawaslu saya terima, saya taat hukum dan siap diperiksa.

Hasto dilaporkan Partai gerindra atas  muatan materi yang disampaikan dalam pidatonya saat safari politik di Banten. Saya jadi ingat pepatah "Berani karena benar". Kalau apa yang kita sampaikan adalah kebenaran, untuk apa takut?

Itu yang dilakukan Si kalem, tangan kanan Megawati.

***