Belajar dari Sejarah, Mengagung-agungkan Seorang Presiden Sangat Berbahaya!

Mengagung-agungkan seorang presiden itu sangat berbahaya (terbukti pada presiden Soekarno dan Soeharto), dan kecenderungan mengagung-agungkan Jokowi ini sudah mulai nampak.

Sabtu, 9 April 2022 | 04:43 WIB
0
56
Belajar dari Sejarah, Mengagung-agungkan Seorang Presiden Sangat Berbahaya!
Soekarno, Joko Widodo, Soeharto (Foto: kompasiana.com)

Sepertinya kita gak belajar dari sejarah/pengalaman masa lalu. Dua presiden hebat RI kita dapuk untuk menjabat berkali-kali (Soekarno: presiden seumur hidup, Soeharto: presiden 7 periode), dan apa yang terjadi?

Mereka kedua-duanya terjungkal karena ekonomi yang sangat buruk. Artinya apa? Artinya jabatan presiden itu tidak boleh kelamaan, karena kalo kelamaan mau tak mau akan melenceng sesuai dengan hukum alam. Jadi, yang sekarang sudah ditetapkan 2 periode itu sudah bagus. Jangan diperpanjang lagi. 

Soekarno dan Soeharto bisa menjabat berkali-kali juga karena salah rakyat yang punya paradigma bahwa beliau-beliau itu indispendable dan irreplaceable (tak tergantikan). Justru semakin lama menjabat, semakin banyak jebakan vested-interest sehingga akhirnya presiden terjerumus dalam lubang yang digalinya sendiri, sehingga persoalan yang mahapenting yaitu ekonomi tak sanggup dia tangani.

So, kita belajarlah dari sejarah. Sebagus-bagusnya presiden Jokowi, cukup dia menunaikan 2 periode saja.

Jangan kita mengulangi sejarah pahit, mendukung presiden untuk menjabat tanpa batasan periode seolah-olah dia dewa. Mengagung-agungkan seorang presiden itu sangat berbahaya (terbukti pada presiden Soekarno dan Soeharto), dan kecenderungan mengagung-agungkan Jokowi ini sudah mulai nampak.

Mumpung belum kebablasan terlalu jauh, hapuskan wacana perpanjangan masa jabatan presiden dari benak kita!

Yakinlah bahwa presiden mendatang akan lebih bagus atau minimal sama bagusnya dengan presiden Jokowi. Mosok dari 270 juta manusia Indonesia tidak ada yang bisa menggantikan Jokowi.

Be reasonable!

***